Kamis, 29 September 22

Nilai Tukar Rupiah Terus Ambruk, BI Mulai Kebingungan

Nilai Tukar Rupiah Terus Ambruk, BI Mulai Kebingungan

Jakarta, Obsessionnews – Penundaan kenaikan suku bunga The Federal Reserve serta dipangkasnya target pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi pemicu runtuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Hingga saat ini, kurs rupiah terhadap duit Paman Sam sudah berada pada posisi Rp 14.700.

Meski Bank Indonesia (BI) sudah menetapkan kurs tengah rupiah pada level Rp 14,623 per dolar AS, namun pada kenyataannya uang Garuda terus mendapat tekanan hingga terperosok pada posisi Rp 14.700 per dolar AS di pasar spot.

Para analis menyebut lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS lantaran faktor eksternal bahwa negara emerging market penghasil komoditas, hampir semuanya mengalami pelemahan mata uang sebab rendahnya harga.

Selain itu, jebloknya nilai tukar rupiah juga lantaran The Fed masih terus menunda kenaikan suku bunga serta pemangkasan target pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh beberapa pihak.

Sebenarnya, pemangkasan target pertumbuhan ekonomi merupakan kondisi realistis bagi para pelaku pasar. Namun persepsi terlanjur negatif hingga mengakibatkan pelemahan di pasar keuangan.

Selain dua hal pemicu pelemahan mata uang rupiah, kinerja ekspor-impor dalam negeri yang buruk juga menjadi penyebab. Akibatnya, pelaku pasar cemas sebab sentiment dari dalam negeri juga tidak bagus serta faktor eksternal tak kunjung membaik.

Saat ini, dengan dipertahankannya suku bunga acuan BI pada level 7,5%, menandakan kalau bank sentral dalam negeri ini juga mulai kebingungan dalam menahan laju pelemahan rupiah hingga terancam berada pada posisi yang jauh lebih buruk dari saat ini. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.