Rabu, 1 Desember 21

Nilai Ekspor Perhiasan dan Permata Capai USD 538,4

Nilai Ekspor Perhiasan dan Permata Capai USD 538,4

Jakarta, Obsessionnews.com – Marak dan tumbuhnya masyarakat penggemar batu mulia di Indonesia semakin tumbuh pesat sejak tahun 2014. Sehingga bisa dikatakan Industri batu mulia dan perhiasan di Indonesia telah mendapatkan tempat di negara sendiri.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, Hingga tahun 2013, Industri Kecil dan Menengah (IKM) batu mulia dan perhiasan tercatat 40.774 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 114.628 orang dan nilai ekspor mencapai USD 78,93 juta.

“Untuk itu, Kementerian Perindustrian tengah berupaya meningkatkan pengembangan industri batu mulia dan perhiasan asal Indonesia agar dapat diterima di pasar internasional,” kata Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin, Euis Saedah pada pembukaan Focus Group Discussion IKM Perhiasan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (20/6).

Menurut Euis, sektor yang berbasis IKM ini memiliki kemampuan dan potensi untuk lebih dikembangkan dan ditingkatkan produksinya, karena hampir semua provinsi di Indonesia terdapat sumber bahan batu mulia dan perhiasan yang memiliki ciri khas sesuai daerah masing-masing.

Hingga pada 2015, jumlah perusahaan yang bergerak pada industri perhiasan mencapai 36.636 unit dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 332.802 orang dengan nilai produksi sebesar Rp 11,15 triliun.

Euis mengklaim disaat kondisi ekonomi dunia belum stabil, tidak berpengaruh besar terhadap permintaan ekspor perhiasan di Indonesia. Terlihat dari nilai ekspor perhiasan dan permata sebagai komoditi yang terus memberikan nilai positif pada nilai ekspor non migas setiap bulannya.

“Pada Maret 2015, nilai ekspor perhiasan dan permata mencapai USD 538,4 juta atau meningkat sebesar 24,15 persen dibandingkan Februari 2015,” tuturnya.

Oleh karena itu pihaknya terus melakukan upaya pemberdayaan IKM yang telah terbukti mampu bertahan di tengah krisis ekonomi, menyerap banyak tenaga kerja, serta mampu sebagai penunjang dan pemerataan pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang mandiri.

Hingga tahun 2014, jumlah IKM mencapai 3,5 juta unit dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 9 juta orang. “Dari jumlah IKM tersebut, nilai investasi mencapai Rp 34,94 triliun dan nilai ekspor sebesar USD 19,6 miliar atau 11,14 persen dari total ekspor industri non-migas,” paparnya. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.