Selasa, 21 September 21

Nilai Ekspor di Hampir Semua Sektor Turun, Kecuali Pertanian

Nilai Ekspor di Hampir Semua Sektor Turun, Kecuali Pertanian
* Suasana aktivitas bongkar muat di terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jum'at (15/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor RI di bulan keempat 2015 itu turun 4,04% dibandingkan Maret 2015 yang didominasi oleh sektor migas. Foto: Edwin B/Obsessionnews

Jakarta, Obsessionnews – Perkembangan ekspor Indonesia pada April 2015 mengalami penurunan 4,04% dibanding bulan sebelumnya.

Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada April 2015, nilai ekspor indonesia mencapai US$ 13,08 milyar. Dibanding April 2014, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 8,46%.

Sementara itu, ekspor non minyak dan gas pada April 2015 mencapai US$ 11,63 milyar atau turun 0,17% dibanding Maret 2015. Demikian juga jika dibandingkan ekspor pada April 2014, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,13%.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia pada Januari-April mencapai US$ 52,14 milyar atau turun 11,02% dibanding periode sama tahun 2014. Demikian juga ekspor non minyak dan gas mencapai US$ 44,98 milyar atau turun 6,43%.

Penurunan nilai ekspor terbesar dialami komoditi non minyak dan gas. Pada April 2015 terhadap Maret tahun yang sama terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 199,3 juta atau 11,73%. Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak nabati sebesar US$ 270,8 juta atau 17,8%.

Ekspor non migas ke Amerika Serikat pada April 2015 menyentuh angka terbesar yakin US$ 1,38 milyar disusul India US$ 1,19 milyar dan Tiongkok US$ 1,17 milyar dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,17%. Sementara ekspor ke Uni Eropa sebanyak US$ 1,32 milyar.

Menurut sektor, ekspor non migas hasil industri pengolahan pada periode Januari-April 2015 turun sebesar 5,69% dibading periode sama 2014. Ekspor hasil tambang dan lainnya turun 12,45%, serta ekspor hasil pertanian naik 4,17%.

Menurut provinsi asal barang, eskpor Indonesia terbesar pada periode Januari-April 2015 berasal dari Jawa Barar dengan nilai US$ 8,53 milyar, diikuti Kalimantan Timur sebesar US$ 6,87 milyar dan Jawa Timur sebanyak US$ 6,20 milyar. (MBJ)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.