Minggu, 27 November 22

Ngeri, Mayat Warga Afghanistan Terjepit Roda Pesawat 

Ngeri, Mayat Warga Afghanistan Terjepit Roda Pesawat 
* Warga Afghanistan menumpang di luar badan pesawat. (insider)

Sejumlah warga Afghanistan rebutan menumpang pesawat, bahkan ada yang berbuat nekat dengan ‘menumpang’ di bagian luar pesawat militer AS

Mayat seorang warga Afghanistan dilaporkan ditemukan di roda pendaratan pesawat angkut C-17 milik Angkatan Udara Amerika Serikat. Orang tersebut diyakini berusaha kabur dari Afghanistan dengan berpegangan di bagian roda pesawat.

Korban termasuk salah satu dari ribuan warga Afghanistan yang frustasi dan ingin meninggalkan negaranya. Mereka khawatir dengan potensi kekerasan yang ditimbulkan Taliban setelah kelompok itu berhasil mengambil alih kekuasaan.

Sejumlah warga Afghanistan diketahui menumpang pesawat AS agar bisa kabur. Sebagian dari mereka duduk di bawah sayap ketika pesawat sedang mencoba lepas landas dari Bandara Internasional Hamid Karzai.

Akibat adanya mayat yang terjepit, pesawat tersebut terpaksa tidak dioperasikan sementara waktu. Sebelumnya, tiga orang dilaporkan tewas terjatuh akibat tergelincir dari pesawat AS yang sedang lepas landas.

Video mengerikan menunjukkan warga Afghanistan berpegangan pada pesawat, termasuk jet kargo C-17 besar milik militer, ketika berusaha lepas landas dari Bandara Kabul. Beberapa video menunjukkan warga Afghanistan jatuh dari udara dari pesawat yang meninggalkan bandara.

Nekat ‘Menumpang’ di Pesawat
Juru Bicara Departemen Pertahanan AS, John Kirby, menyatakan untuk sementara Pentagon membekukan penerbangan militer dan sipil. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan landasan dari warga sipil yang putus asa.

Sementara Kirby tidak dapat mengonfirmasi bahwa penyelidikan sedang berlangsung atas kematian warga sipil terkait dengan penerbangan C-17. Dia hanya berharap departemen akan menyelidiki insiden tersebut.

Pentagon sejauh ini telah mengerahkan sekitar 5.000 tentara tambahan ke Kabul untuk membantu mengamankan bandara. Sehingga ribuan warga Amerika, staf kedutaan, dan warga Afghanistan yang rentan dapat meninggalkan negara itu dengan aman.

Para pejabat memperkirakan sebanyak 3.000 tentara AS sudah berada di Kabul. Sementara sisanya akan terbang dalam beberapa hari mendatang.

Wakil Direktur Staf Militer Gabungan AS untuk Operasi Regional dan Manajemen Pasukan, Mayor Jenderal Hank Taylor, mengatakan pihaknya melanjutkan operasi di luar bandara. Operasi ini memungkinkan C-17 yang membawa marinir dan tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 mendarat di Afghanistan.

Lebih dari 600 warga Afghanistan memadati C-17 lainnya agar bisa kabur ke luar negeri. Jumlah yang dianggap salah satu yang paling banyak diterbangkan dalam jet kargo besar militer, dikutip dari Politico. (Dream/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.