Selasa, 7 Desember 21

Newcastle Minta Fans Tak Lagi Berdandan Kearabaraban

Newcastle Minta Fans Tak Lagi Berdandan Kearabaraban
* Fans Newcastle kenakan model gaya Arab. (Getty/Goal)

Newcastle United membuat pernyataan resmi berisi permintaan agar fans mereka tak lagi berdandan kearabaraban setiap kali hari pertandingan.

Meski klub sepakbola profesional asal Inggris ini sudah dibeli Arab Saudi, Newcastle khawatir ada isu rasisme di balik tindakan para fans mereka yang berdandan ke-Arab-Arab-an saat menghadiri pertandingan.

Sejak diakuisisi konsorsium Arab Saudi, Public Investment Fund, banyak loyalis The Magpies mengekspresikan antusiasmenya dengan datang ke stadion memakai gamis dan keffiyeh [penutup kepala khas Timur Tengah], termasuk saat mereka menghadiri laga kontra Tottenham Hotspur akhir pekan kemarin.

Pemandangan itu mendapat kritik dari aktivis anti-rasisme, Kick it Out, yang meyakini pakaian itu berpotensi menjadi tindakan rasial, ofensif atau tidak peka budaya.

Pihak Newcatle pun bereaksi dan memohon kepada para fans mereka untuk tak lagi berdandan ke-Arab-Arab-an saat menghadiri pertandingan.

“Sejumlah suporter baru-baru ini menghadiri St. James’ Park dengan mengenakan penutup kepala dan jubah, menggambarkan akuisisi oleh Public Investment Fund [PIF], PCP Capital Partners dan RB Sports & Media,” bunyi pernyataan Newcastle di laman resmi mereka.

“Tidak seorang pun di antara grup pemilik baru yang merasa tersinggung oleh pakaian para fans yang memilih untuk merayakan dengan cara seperti ini. Itu adalah gesture yang positif dan ramah berkaitan dengan niat mereka.”

“Namun, tetap ada potensi bahwa berpakaian seperti itu secara budaya tidak pantas dan berisiko menyebabkan pelanggaran bagi orang lain.”

“Semua tamu klub, seperti biasa, didorong untuk mengenakan apa pun yang merupakan norma budaya atau agama mereka sendiri, terus mencerminkan komunitas dan kelompok multikultular yang luas dan kaya, dari mana klub ini mendapatkan dukungan.”

Pernyataan di atas muncul setelah pemilik baru Newcastle memutuskan untuk berpisah dengan pelatih Steve Bruce.

Setelah dua tahun mengabdi di Tyneside, Bruce secara resmi meninggalkan St. James’ Park dengan kesepakatan bersama. Itu ditandai dengan pertandingan ke-1000 dia sebagai manajer dalam kekalahan 3-2 dari Tottenham. (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.