Kamis, 11 Agustus 22

Nevi Pahami Emosi Para Tokoh Sumbar terhadap Menag yang Analogikan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing

Nevi Pahami Emosi Para Tokoh Sumbar terhadap Menag yang Analogikan Suara Azan dengan Gonggongan Anjing
* Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan anggota DPR asal Sumbar Nevi Zuairin. (Foto: Humas Fraksi PKS DPR RI)

Padang, obsessionnews.com – Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menganalogikan suara azan dengan suara gonggongan anjing membuat sejumlah tokoh Sumatra Barat (Sumbar) emosi. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan anggota DPR asal Sumbar Nevi Zuairina bisa memahami perasaan para tokoh tersebut.

 

Baca juga:

Thobib Tegaskan Menag Yaqut Tidak Bandingkan Suara Azan dengan Suara Anjing, Tapi Contohkan Pentingnya Pengaturan Kebisingan Pengeras Suara

 

JMM Minta Menag Yaqut Klarifikasi Pernyataan Suara Toa Masjid dengan Gonggongan Anjing

 

Nevi menuturkan, azan yang diperdengarkan lewat speaker bukan semata-mata sebagai penanda waktu salat, namun syiar yang menegaskan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat Sumbar. Harmoni dan budaya komunal yang positif seusai spirit Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

“Menjadi bahan instrospeksi dan evaluasi agar pejabat publik lebih mawas diri dalam membuat pernyataan publik, terlebih pesan tersebut awalnya dimaksudkan untuk memberikan klarifikasi atas sebuah kebijakan yang kontroversial. Alih-alih menenangkan yang terjadi justru semakin memperkeruh suasana,” ungkap anggota Komisi VI DPR RI ini seperti dikutip dari situs fraksi.pks.id, Jumat (25/2/2022).

Menurut Nevi, pejabat publik harus mendorong proses komunikasi yang positif agar menghadirkan suasana yang kondusif.

“Menakar, mengukur dan mengakar dalam setiap pesan yang ingin disampaikan. Agar pada akhirnya sebuah kebijakan tidak kontraproduktif dalam proses implementasinya,” ujar Nevi.

Dalam merespons situasi yang ada, dia tetap meminta semua pihak untuk dapat dengan tenang dan menempuh jalur konstitusi yang ada.

“Insya Allah sepanjang prosesnya baik, masukan serta saran disampaikan dengan bijak, maka akan ada hasil yang lebih solutif,” tegasnya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.