Rabu, 20 Oktober 21

Netizen Sebut Para Peserta Reuni Akbar 212 Berakhlak Baik

Netizen Sebut Para Peserta Reuni Akbar 212 Berakhlak Baik
* Netizen menyebut para peserta Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017) berakhlak baik. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Umat Islam dari berbagai daerah di Indonesia memperingati setahun Aksi Bela Islam 2 Desember atau yang populer dengan sebutan Aksi 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017). Acara yang dikemas dengan nama Reuni Akbar 212 tersebut sekaligus memperingati Maulid Nabi. Sejumlah tokoh hadir di acara tersebut, antara lain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Ketua Fraksi MPR Hidayat Nur Wahid, pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, musisi Ahmad Dhani, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Shohibul Iman, Sekretaris Panitia Pelaksana Maulid Nabi dan Reuni Akbar Alumni 212  Muhammad Al Khatthath, dan Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam.

Reuni Akbar 212
Sholat subuh berjamaah di Monas, Sabtu (2/12/2017). (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)
Amien Rais
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Pantauan Obsessionnews.com sejak Sabtu (2/12) hingga Senin (4/12) berita tentang Reuni Akbar 212 tersebut dengan tagar #ReuniAkbar212 menjadi trending topic di media sosial Twitter.

Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)
Fadli Zon
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Beberapa netizen mengapreasi digelarnya Reuni Akbar 212. Netizen berakun @ssirah memuji para peserta yang datang dari tempat jauh dengan biaya sendiri, mengikuti acar dengan tertib. Dan pulangnya tidak meninggalan sampah.

Muhammad Al Khatthath

Sekretaris Panitia Pelaksana Maulid Nabi dan Reuni Akbar Alumni 212 Muhammad Al Khatthath berpidato. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)
Usamah Hisyam
Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Pamusi) Usamah Hisyam. (Foto: Dok. Parmusi)

Knp peserta #ReuniAkbar212 dtg dr t4 yg jauh ke monas, pk biaya sndiri, di sana ikuti acara dg tertib, rapi. Plgnya gk tinggalkan sampah. Gk rebutan makanan? Krn niatnya hanya krn ALLAH Org2 gk beriman gk mngerti ini,” kicau akun @ssirah, Minggu (3/12).

Sementara itu netizen berakun @AsFairus mengungkapkan kebanggaannya karena dapat menghadiri Reuni Akbar 212.

Bangga sebagai Muslim kemarin hadir #ReuniAkbar212 semoga kita tetap Istoiqomah sampe ajala menjemput,” kicau akun @AsFairus, Minggu (3/12).

Hidayat Nur Wahid
Ketua Fraksi MPR Hidayat Nur Wahid. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Pujian juga dilontarkan netizen berakun @bambangelf. Dia menyatakan harusnya kita bersyukur para peserta Reuni Akbar 212 itu cinta Indonesia. Ia menyebut mereka berakhlak baik. Yang juga patut disyukuri tidak ada kerusuhan.

Dlm konteks Bernegara, Harusnya kita bersyukur segitu banyak orang yg hadir di #ReuniAkbar212 dan mereka semua Cinta Indonesia, Berakhlak Baik (tidak ada kerusuhan), Berperilaku Baik (menjaga Kebersihan).. Syukuri Setiap Hal yg Baik utk Indonesia ” tulis akun @bambangelf, Minggu (3/12).

Ahmad Dhani
Musisi Ahmad Dhani. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Seperti diketahui  munculnya Aksi Bela Islam dipicu oleh pernyataan kontroversial Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Ahok secara resmi maju sebagai calon gubernur DKI pada Pilkada 2017. Ia berpasangan dengan politisi PDI-P yang juga Wakil Gubernur petahana DKI Djarot Saiful Hidayat. Duet Ahok-Djarot diusung oleh PDI-P, Nasdem, Hanura, dan Golkar.

Sebelum cuti dari jabatannya sebagai gubernur, Ahok melakukan kampanye terselubung. Dalam kapasitasnya sebagai gubernur ia menghadiri sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa (27/9/2016). Dalam acara itu ia menyinggung soal Al Quran surat Al Maidah ayat 51, antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

Kegiatan Ahok tersebut direkam di video, lalu diunggah di youtube. Dan ucapan Ahok tentang Al Maidah 51 tersebut membuat umat Islam tersinggung, dan melaporkan Ahok ke polisi. Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dalam pernyataan sikap keagamaan yang ditandatangani Ketua Umum Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas pada Selasa (11/10/2016), menyebut perkataan Ahok dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang berkonsekuensi hukum.

Sehari sebelumnya Ahok meminta maaf kepada umat Islam. “Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Senin (10/10/2016).

Meski Ahok telah meminta maaf, umat Islam tetap menuntut ia harus diproses secara hukum. Ucapan Ahok di Kepulauan Seribu menimbulkan gelombang protes di berbagai daerah di Indonesia. Di Jakarta, misalnya, berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar unjuk rasa damai yang berlabel Aksi Bela Islam (ABI)  di Balai Kota DKI dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jumat (14/10/2016). Mereka menuntut polisi menangkap Ahok dan memenjarakannya.

Lambannya polisi menangani kasus Ahok membuat GNPF MUI kembali menggelar demo lagi, yakni ABI II, di depan Istana Presiden, Jakarta, pada Jumat (4/11/2016). Dipilihnya Istana Presiden sebagai objek demo yang terkenal dengan sebutan demo 411, karena massa menuding Presiden Jokowi melindungi Ahok.

Peserta ABI II jauh lebih banyak daripada ABI I. ABI II  yang diikuti lebih dari 2,3 juta orang dari berbagai daerah tersebut merupakan demo terbesar dalam sejarah Indonesia pasca reformasi 1998. Jumlah massa demo 411 itu di luar prediksi aparat keamanan.

Setelah demo besar-besaran itu barulah polisi terlecut menggarap kasus Ahok. Hasilnya, Bareskrim Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama pada Rabu (16/11/2016), sehari setelah digelar perkara. Ahok juga dicekal ke luar negeri. Namun, anehnya, Ahok itu tidak ditahan.

Selanjutnya polisi melimpahkan kasus Ahok ke Kejaksaan Agung (Kejagung).   Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung, Noor Rachmad, di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016) mengatakan, perkara Ahok dinyatakan P21. P21 berarti administrasi penanganan perkara oleh jajaran Pidana Umum Kejaksaan menyatakan berkas perkara hasil penyidikan Bareskrim Polri telah memenuhi syarat untuk dibawa ke pengadilan secara formal dan material.

Pada Kamis (1/12/2016) Kejagung memanggil Ahok. Umat Islam berharap Kejagung menahannya. Tetapi, harapan tinggal harapan. Ahok ternyata tidak ditahan! Hari itu juga Kejagung melimpahkan berkas perkara kasus Ahok ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Tindakan aparat penegak hukum yang tidak menahan Ahok membuat luka umat Islam semakin menganga. Oleh karena itu GNPF MUI kembali beraksi dalam ABI jilid III pada Jumat (2/12/2016) . Dan yang mengejutkan aksi super damai 212 diikuti lebih dari 7,5 juta orang. Sungguh fenomenal! Aksi yang dikemas dalam doa dan sholat Jumat di lapangan Monas itu dihadiri Presiden Jokowi, Wapres JK, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Ahok menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang menempati eks gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, pada Selasa (13/12/2016). Dalam sidang ke-20 kasus dugaan penodaan agama yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ahok 1 tahun penjara dengan masa percobaan selama 2 tahun. Jaksa menilai Ahok terbukti melakukan perasaan kebencian di muka umum dan menyinggung golongan tertentu.

“Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama terbukti bersalah menyatakan perasaan kebencian,” ujar ketua tim jaksa Ali Mukartono.

Ahok dianggap jaksa terbukti melakukan penodaan agama karena menyebut Surat Al-Maidah saat bertemu dengan warga di Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016. Penyebutan Surat Al-Maidah ini, menurut jaksa, dikaitkan Ahok dengan Pilkada DKI Jakarta.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun,” ujar jaksa.

Ahok menyampaikan pledoi (pembelaan) dalam sidang  ke-21, Selasa (25/4/2017) di tempat yang sama.  Dalam pledoi yang berjudul Tetap Melayani Walaupun Difitnah, Ahok mengibaratkan dirinya sebagai ikan kecil Nemo yang berenang di Jakarta.

Dalam sidang ke-22, Selasa (9/5/2017), Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama tentang Alquran Surat Al Maidah 51. Untuk itu dia dihukum 2 tahun penjara. Hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto menyatakan Ahok  terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama dengan penyebutan surat Al Maidah 51.

“Dari ucapan tersebut terdakwa telah menganggap surat Al Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat, atau surat Al Maidah 51 sebagai sumber kebohongan dan dengan adanya anggapan demikian maka menurut pengadilan terdakwa telah merendahkan dan menghina surat Al Maidah ayat 51,” papar hakim dalam pertimbangan hukum.

Setelah divonis dua tahun penjara, sang Ahok  langsung meringkuk di hotel prodeo.

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Pula

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa ini bermakna orang yang mendapat musibah secara beruntun.  Itulah nasib Ahok. Ia kalah dalam Pilkada DKI 2017 putaran kedua yang digelar pada Rabu (19/4/2017) lalu. Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat takluk melawan duet Anies-Baswedan. Setelah kalah di Pilkada ia masuk penjara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi, Minggu (30/4/2017). Anies-Sandi memperoleh 3.240.987 suara atau 57,96%. Sedangkan Ahok-Djarot mendapat 2.350.366 suara atau 42,04%.

Jumat (5/5/2017) KPU DKI menetapkan Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih. Selanjutnya Anies-Sandi dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (16/10/2017). (arh)

Baca Juga:

Saya Katolik dan China, Saya Hadiri Reuni 212: Islam Itu Toleran

Fahira Idris: Persatuan Umat Islam Akan Perkokoh NKRI

Parmusi Semarakkan Reuni Alumni 212

Titiek Soeharto Hadiri Reuni Alumni 212

Reuni Akbar Alumni 212 Tak Bermuatan Politik

Pengamanan Sholat Subuh Alumni 212 di Monas, Polisi Alihkan Lalin

Reuni dan Kongres Ummat Islam 212 Feomena Kebangkitan Islam

Sholat Subuh 212 di Monas

Polda Metro Berencana Alihkan Aksi Alumni 212 ke Masjid Istiqlal

Aksi Alumni 212, Kapolda Metro: Jakarta Tak Boleh Ada Konflik

Ahok Harus Segera Diadili dalam Dugaan Korupsi RS Sumber Waras

Ahok Bukan Sosok Bersih

Amien Rais Duga Ahok Lakukan Korupsi‎

FOTO Peluncuran Buku Dugaan Korupsi Ahok

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.