Jumat, 9 Desember 22

Netizen Minta Teman Ahok Jangan Terlalu Pede

Netizen Minta Teman Ahok Jangan Terlalu Pede
* Aktivitas penghitungan KTP di sekretariat Teman Ahok di Graha Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Jakarta, Obsessionnews.com –Target sejuta fotokopi KTP untuk mendukung  duet Ahok-Heru maju di Pilgub DKI Jakarta 2017 tercapai pada Juni 2016, tampaknya bukan hanya angan-angan.  Penggalangan KTP dilakukan oleh relawan Teman Ahok sejak tiga bulan lalu dan hampir menembus angka sejuta. Data yang dirilis Teman Ahok Jumat (17/6) menyebutkan total perolehan KTP hingga Kamis (16/6) sebanyak 994.382 lembar atau  99,5%. Tinggal dicari 5.518 KTP lagi atau 0,5% untuk mencapai angka sejuta.

Ahok, sapaan akrab Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, tidak menjadi kader partai politik (parpol) apapun setelah meninggalkan Partai Gerindra pada tahun 2014. Ia memutuskan  maju di Pilgub DKI 2017 melalui jalur independen, dan merangkul Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budi Hartono, sebagai wakilnya. Duet Ahok-Heru yang diusung relawan Teman Ahok dideklarasikan pada Senin (7/3) lalu. Untuk maju lewat jalur independen Ahok-Heru membutuhkan dukungan sejuta KTP. Penggalangan KTP dilakukan sejak Jumat (11/3).

Seorang netizen bernama Yang Tjahjosriono minta Teman Ahok sebaiknya jangan terlalu pede dengan perolehan satu juta KTP dukungan pasti lolos verifikasi.

“Alangkah baiknya mulai sekarang Teman Ahok mulai menghitung ada berapa persen dari satu juta KTP pendukung yang kemungkinannya tidak bisa lolos verifikasi. Karena nantinya verifikasi KTP akan dicocokkan dengan Daftar Pemilih Tetap pemilu terakhir di DKI, sehingga KTP pendukung yang berusia 17-19 tahun pasti akan dibatalkan karena tidak termasuk dalam DPT tersebut. Demikian juga berapa banyak pendukung yang tidak ikut pada pemilu kemarin sehingga tidak terdaftar di DPT,” tulis Yang di laman facebook www.temanahok.com, Jumat (17/6/2016).

Juga mengenai verifikasi faktual yang hanya diberi waktu selama tiga hari apakah cukup bagi pendukung yang ber-KTP DKI tapi sedang bekerja atau belajar jauh diluar kota, apakah pada saat verifikasi harus berada pada alamat sesuai KTP.

“Semuanya harus diperhitungkan lebih dulu sehingga dapat diantisipasi jangan sampai Ahok gagal maju ke pilgub DKI,” katanya.

Yang berterus terang dia lebih suka Ahok maju jalur independen. Tapi, katanya, jangan dilupakan juga bahwa tujuan semula adalah supaya Ahok tetap bisa maju ke Pilkada DKI 2017. Bukan masalah harus melalui jalur independen ataupun jalur parpol.

“Saya sangat menghargai usaha Teman Ahok yang sudah berhasil menaikkan posisi tawar Ahok, sehingga mulai banyak ParPol yang ingin mendukung atau mengusung Ahok untuk maju di Pilgub DKI. Tapi jangan sampai pencalonan Ahok terjegal hanya pada saat verifikasi,” pungkasnya. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Ahok Protes Junimart Tuduh Teman Ahok Terima Dana Rp 30 M

Teman Ahok Bantah Terima Dana Rp 30 Miliar dari Pengembang Reklamasi

Golkar Resmi Dukung Ahok

Teman Ahok Optimis Sejuta KTP Terealisir Bulan Ini

Duh! Lulung Heran Golkar Dukung Ahok

Dukung Ahok, Yorrys Dikritik Golkar DKI

Semakin Populer, Ahok Hanya Butuh 2,8% KTP Lagi

UU Pilkada Rampok Hak Politik Pemilih Pemula

Guntur Soekarno Nilai Teman Ahok Militan

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.