Minggu, 19 September 21

Neraca Perdagangan Mei 2014 Surplus US$ 69.9 Juta

Neraca Perdagangan Mei 2014 Surplus US$ 69.9 Juta

Jakarta – Neraca perdagangan bulan Mei 2014 mengalami surplus US$ 69,9 juta, terdiri dari surplus non
– migas US$ 1,4 miliar dan defisit neraca perdagangan migas US$ 1,3 miliar. Kondisi ini jauh lebih baik dibanding bulan April 2014 dan Mei 2013 dimana pada periode tersebut neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit masing- masing sebesar US$ 1,96 miliar dan US$ 527 juta.

“Surplus neraca perdagangan nonmigas di bulan Mei 2014 khususnya dipicu oleh kenaikan ekspor nonmigas sebesar 6,95% (MoM), sementara impornya turun hingga 12%,” kata Menteri Perdagangan R.I. Muhammad Lutfi pada konferensi pers hari ini, Rabu (2/7), di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (2/7/2014).

Lebih lanjut Mendag menjelaskan bahwa negara mitra dagang yang menyumbang surplus nonmigas terbesar pada bulan Mei 2014 adalah India, Amerika Serikat, Filipina, Belanda, dan Uni Emirat Arab.

Kelima negara mitra dagang tersebut menyumbang sekitar US$ 2 miliar. “Perdagangan dengan India dan Amerika Serikat menyumbang surplus nonmigas terbesar,” ungkap Mendag, seperti dilansir situs kemendag RI.

Sementara itu, perdagangan non migas dengan Australia, Jerman, Argentina, Thailand, dan China menyebabkan defisit terbesar. Secara total defisit neraca perdagangan nonmigas dengan lima negara tersebut mencapai US$ 1,9 miliar.

Secara kumulatif, total neraca perdagangan selama Januari hingga Mei 2014 mengalami defisit US$ 0,82 miliar, terdiri dari surplus nonmigas US$ 4,7 miliar dan defisit migas US$ 5,5 miliar. Menguatnya Ekspor Non migas Dipicu oleh Peningkatan Beberapa Produk Utama

Total ekspor bulan Mei 2014 sebesar US$ 14,8 miliar atau naik 3,7% (MoM). Secara akumulasi, total ekspor periode Januari – Mei 2014 mencapai US$ 73,4 miliar atau turun 3,8% (YoY).

Pada bulan Mei 2014, ekspor migas turun 18,8% (YoY), sedangkan ekspor produk industri naik 2,1%. Sementara ekspor produk pertambangan turun drastis 33,8% dengan nilai menjadi US$ 1,9 miliar. Peningkatan ekspor CPO dipicu oleh meningkatnya permintaan dari RRT dan melemahnya nilai tukar Ringgit Malaysia terhadap Dolar Amerika Serikat, sehingga volume dan nilai ekspor CPO naik 78,7% dan 73,0% (MoM).

Disamping itu, produk ekspor lainnya yang nilainya juga mengalami peningkatan di antaranya timah, produk kimia, tembaga, serta besi dan baja masing-masing meningkat sebesar 96,1%; 36,6%; 40,8%; dan 63,2% (MoM).

Peningkatan ekspor non migas yang signifikan juga terjadi ke negara -negara emerging market seperti Bangladesh naik 193%, Mesir (79,2%), Pakistan (77,5%), dan Spanyol (43,7%).

Penurunan Impor Nonmigas Dipicu oleh Penurunan Impor Pada Semua Kelompok Barang. Total impor bulan Mei 2014 sebesar US$ 14,76 miliar, mengalami penurunan 9,2% (MoM). Penurunan impor tersebut dipicu oleh turunnya impor nonmigas sebesar 12,05% (MoM),sedangkan impor migas naik 0,4% yang dipengaruhi oleh meningkatnya impor minyak mentah sebesar 21,4% (MoM).

Meskipun demikian, barang impor kita masih didominasi oleh bahan baku/penolong dan barang modal. Impor bahan baku/penolong mengalami penurunan 8,9% (MoM), menjadi US$ 11,3 miliar di bulan Mei 2014. Sementara itu, permintaan impor barang modal turun 11,2% (MoM), menjadi US$ 2,4 miliar.

Penurunan nilai impor non migas pada Mei 2014 dipicu oleh menurunnya impor bebera pa barang kebutuhan industri dalam negeri antara lain kapas turun 18,4%, karet dan barang dari karet (17,5%), besi dan baja (12,6%), dan bahan kimia organik (16,6%, MoM). (Rei)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.