Rabu, 27 Oktober 21

Nelayan Marah, Batang Mencekam

Nelayan Marah, Batang Mencekam

Batang, Obsessionnews – Ratusan nelayan Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggelar demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhan di jalur pantai utara Jawa (pantura) Batang-Pekalongan, Selasa (3/3). Akibatnya suasana di Batam mencekam. Aksi itu diwarnai pelemparan batu dan perusakan fasilitas publik. Mereka memprotes kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang melarang penggunaan cantrang atau pukat hela.

Massa berdatangan dari Batang, Kendal, dan Pekalongan. Dari pantauan obsessionnews.com demonstrasi dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Beberapa nelayan yang  marah membakar tali kapal dan ban di kedua ruas jalan. Walhasil, lalu lintas dari arah Semarang ke Jakarta macet.

Salah seorang nelayan, Muktamar, mengatakan, demonstrasi ini sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti. “Iki meh mangan opo? Cantrang kok dilarang-larang (Ini kami mau makan apa? Cantrang kok dilarang)!” teriaknya.

Bahkan ketika pihak kepolisian datang, massa enggan membubarkan diri. Beberapa anggota polisi terluka akibat terkena lemparan batu.

Median jalan hancur total akibat dirusak oleh massa. Hingga akhirnya aparat terpaksa menembakkan gas air mata. Kerumunan demonstran langsung berpencar. Lebih dari tiga orang ditangkap karena dianggap sebagai provokator demonstrasi.

Kapolres Batang AKBP Widiatmoko mengatakan unjuk rasa yang dilakukan nelayan belum mengantongi izin sehingga terpaksa dibubarkan.

“Mereka belum meminta izin atau pemberitahuan kepada kami,” ujarnya singkat.

Kendaraan dari arah Semarang maupun ke Jakarta terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif. Belum ada keterangan resmi total jumlah korban. Saat ini warga beserta Kepolisian dan TNI membersihkan puing-puing bangunan. Sebelumnya aparat melakukan sweeping terhadap nelayan yang masih berada di jalur pantura. (Yusuf Isyrin Hanggara)

 

 

 

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.