Kamis, 27 Januari 22

Natasha Dematra Raih Terfavorit di Global Music Awards

Natasha Dematra Raih Terfavorit di Global Music Awards

Jakarta, Obsessionnews – Penyanyi muda berbakat Natasha Dematra baru-baru ini terpilih kembali sebagai penyanyi ‘terfavorit’ di ajang kompetisi penyanyi lewat lagu perdamaian ‘One Love for All’ dalam Penghargaan Gobal Music Awards (GMA) yang berkedudukan di California, AS.

Natasha yang pernah menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai sutradara termuda di Indonesia ini, meraih terfavorit di GMA untuk kategori Overall (keseluruhan) dan Penyanyi wanita terfavorit dengan mengumpulkan Vote suara hampir 40.000 vote yang berasal dari seluruh dunia.

“Saya berterima-kasih kepada semua pendukung saya, terutama pendukung dari Indonesia yang sudah bersusah payah mendukung saya lewat voting ini. Tanpa dukungan dari semua pihak tidak mungkin 40.000 vote ini dapat terkumpul,” tulis rilis Natasya Dematra kepada Obsessionnews, Jumat (10/7/2015).

Penghargaan kali ini terasa sangat spesial bagi Natasha yang baru saja merayakan ulang tahun ke 17 beberapa waktu yang lalu. Ini penghargaan ketiga untuk Natasha dalam bidang tarik suara dan yang ke 25 secara keseluruhan dalam bidang akting dan penyutradaraan.

Lagu perdamaian One Love for All diciptakan oleh Damien Dematra dan Abah Ukam dengan aransemen Januar dan diproduksi oleh Angel Voice Records.

ONE_LOVE_FOR_ALL_real_last

Menurut Damien Dematra rencananya lagu ini akan menjadi lagu utama dalam album pertama Natasha dengan tema cinta dan perdamaian yang akan diluncurkan di bulan September 2015, dalam rangka turut merayakan Hari Perdamaian Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 September.

Lagu One Love for All ini sendiri membawa pesan perdamaian kepada seluruh dunia bahwa meskipun manusia di berbagai belahan dunia terlihat berbeda, namun sesungguhnya kita semua bersaudara dan merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang seharusnya hidup berdampingan dengan damai.

Sebelumnya versi lagu ini dalam bentuk Film Music telah diluncurkan di pusat kebudayaan Rusia pada bulan Maret yang lalu bersamaan dengan International Film Festival for Women, Anti Discrimination and Social Issues dan telah diputar diberbagai tempat di Indonesia dalam jaringan Bioskop Rakyat. Film Music ini sendiri dibuat dengan shooting di 5 benua selama kurun waktu 2012 sd 2015. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.