Rabu, 12 Agustus 20

Nasser: Lebih Baik Kompolnas Dibubarkan

Nasser: Lebih Baik Kompolnas Dibubarkan

Jakarta – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Muhammad Nasser mengatakan, lebih baik Kompolnas dibubarkan saja, jika keberadaannya selama ini tidak pernah diperhatikan oleh lembaga-lembaga lain dalam hal mendukung kinerjanya untuk memberikan pengawasan terhadap institusi Polri.

“Lebih baik dibubarkan saja lah, kalau nggak pernah diperhatikan,” ujar Nasser di Jakarta, Jumat (17/1/2015).

Pernyataan ini muncul setelah banyak pihak menyalahkan Kompolnas dalam menyaring calon Kapolri Budi Gunawan yang ternyata tersangkut kasus tindak pidana korupsi. Kompolnas dianggap tidak bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik lantaran tidak bisa memilih calon Kapolri yang baik, jujur dan berintegris. Karenanya, fungsi pengawasan Kompolnas dipertanyakan.

Namun, menanggapi hal itu tidak mau serta merta disalahkan begitu saja. Ia mengatakan kesalahan memilih Budi terjadi karena Kompolnas merasa tidak pernah diajak kerja sama dengan KPK dan PPATK untuk menelusuri rekam jejak pejabat tinggi Polri. Ia mengaku sudah pernah meminta profil keuangan Budi kepada KPK dan PPATK, tapi dua lembaga tersebut tidak memberikan.

“Pada waktu itu kita sudah meminta KPK, PPATK tidak tidak ada jawaban. Jadinya, kami tidak punya aliran dana tentang dana rekening gendut,” terangnya.

Mestinya kata Nasser, KPK dan PPATK lebih terbuka dengan Kompolnas. Jiak kedua lembaga tersebut memiliki data yang cukup mengenai rekening gendut pejabat Polri, Kompolnas ikut dilibatkan diajak bicara. Sebab, Kompolnas memilih Budi hanya berdasarkan surat dari Bareskrim Polri yang mengatakan bahwa Budi bersih dari kasus korupsi.

‎”Kalau ada pihak-pihak yang memiliki data harusnya kita disuplai data. Apalagi dengan KPK kita punya MOU,” tuturnya.

Selain itu, alasan Nasser meloloskan Budi sebagai calon Kapolri, disamping karena sudah mendapat surat dari Bareskrim, Budi juga dianggap layak karena sudah memiliki pangkat jenderal bintang tiga. Artinya, Budi dinilai sudah cukup memiliki banyak pengalaman untuk menggantikan Jenderal Sutarman. “Secara kepangkatan dia sudah bintang tiga,” jelasnya. (Albar).

Related posts