Jumat, 17 September 21

Nasionalisme Pengguna Medsos Mampu Cegah Separatisme

Nasionalisme Pengguna Medsos Mampu Cegah Separatisme

Jakarta, Obsessionnews – Mantan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Tarman Azzam mengatakan mengatakan, media punya peran penting untuk menjaga keutuhan NKRI dan mencegah maraknya gerakan separatisme. Sebab, media punya akses yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Semangat nasionalisme harus dihidupkan di kalangan pengguna media sosial untuk mencegah gerakan sparatisme,” ujar Tarman Azzam saat menjadi pembicara dalam diskusi “Peran Media Alternatif Dalam Mencegah Separatisme” yang diadakan SMCE di Gedung Juang 45, Jakarta Pusat, pada Rabu Sore (25/11/2015).

Menurut Tarman, sejauh ini perlu ada inovasi di bidang pertahanan informasi dan komunikasi, agar berbagai propaganda yang dilakukan kelompok separatis dapat ditanggulangi. “Sayangnya belum ada wadah yang mempersatukan berbagai media alternatif, untuk membangun organisasi dan aturan”, lanjut Tarman.

Sementara itu Wartawan Senior, Budiarto Shambazy yang juga pembicara dalam diskusi itu mengatakan, separatisme adalah ancaman, namun radikalisme dan terorisme juga menjadi ancaman yang nyata bagi Indonesia. Karena itu pengguna Medsos perlu aktif dalam menyebarkan nasionalisme.

“Pengguna medsos dapat membantu menyampaikan informasi yang terkait keamaan nasional lewat media sosial,” jelasnya.

Budiarto juga berharap penggunaaan media alternatif lebih dimaksimalkan untuk kepentingan Indonesia dari sisi ekonomi seperti mempromosikan produk-produk UMKM.

Pembicara lainnya, Hariqo Wibawa Satria dari (Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi), memaparkan ada tiga level pengguna media sosial di Indonesia; pertama, mereka yang menggunakan medsos untuk kepentingan pribadi, kedua, mereka yang menggunakan medsos untuk kepentingan organisasi, dan ketiga, mereka yang menggunakan media sosial untuk kepentingan nasional.

“Yang ketiga ini yang belum banyak, namun terus meningkat, terlihat dari banyaknya anak-anak muda yang mempromosikan pariwisata, kuliner dan produk-produk lokal Indonesia dengan sukarela di media sosial,”  jelas Hariqo Wibawa.

Alumnus Universitas Paramadina Jurusan Diplomasi Internasional ini menuturkan, ‎ untuk isu seperti Papua merdeka yang dengan rapi disampaikan kelompok separatis di internet, belum banyak pengguna media sosial yang melakukan pembelaan terhadap NKRI.

“Bela negara bisa kita lakukan di media sosial, namun tetap harus dengan prinsip use soft word dan hard argument, di era digital semua orang hakikatnya adalah diplomat, saatnya ilmu Bahasa asing dan diplomasi kita amalkan,”  ucapnya.

Sementara itu pelaksana kegiatan ini, Ahmad Rauf Qusyairi (Direktur Eksekutif Sosial Media for Civic Education – SMCE) berharap dengan diskusi ini dapat mengingatkan semua kalangan agar tidak lengah terhadap berbagai isu separatis di Indonesia. “Dengan medsos kita semua dapat berperan dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Diskusi yang dihadiri puluhan aktivis ini dimoderatori oleh Bob Randilawe, Ketua Prodem (Jaringan Aktivis Pro-Demokrasi). (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.