Senin, 10 Desember 18

Miftahul Jannah Atlet Akhirat

Miftahul Jannah Atlet Akhirat
* Hadiah umrah Miftahul Jannah. (foto: dok. PKS)

Jakarta, Obsessionnews.com  – Atlet cabang olah raga blind judo Indonesia Miftahul Jannah gagal bertanding di Asian Para Games 2018 lantaran enggan melepas jilbabnya, karena sikapnya yang teguh mempertahankan hijabnya, Ustadz Adi Hidayat, pria yang biasa terlihat di video youtube memberikan apresiasi dengan menghadiahkan tiket perjalanan umrah. Tak hanya itu, Adi juga menyebut Miftahul sebagai atlet akhirat.

“Saya insya Allah dengan kerendahan hati akan menghadiahkan bagi adinda tiket untuk menunaikan ibadah umrah dan jika masih ada orangtua, maka anda akan didampingi oleh kedua orangtua anda,” kata Adi dalam siaran video youtube, Kamis (11/10/2018).

Hadiah ibadah umrah gratis tersebut diberikan Ustadz Adi Hidayat usai beredar kabar keteguhan Miftahul Jannah yang rela tidak mengikuti pertandingan Judo di Asian Para Games 2018 karena mempertahankan jilbabnya.

Baca juga: Menpora Berharap IJF Buat Terobosan Baru Soal Jilbab

“Selamat kepada adinda Miftahul Jannah yang dengan kekuatan luar biasanya menjaga jilbab, anda adalah atlet akhirat bukan sekedar atlet dunia,” tukasnya.

“Pertandingan terbesar adalah bukanlah kejuaraan menaklukkan lawan dalam Judo, tapi pertandingan yang paling hebat adalah bagaimana anda bisa menaklukkan suara nafsu yang bisa menjauhkan anda dari Allah Swt,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini pun ikut mengapresiasi kokohnya keyakinan Pejudo Tuna Netra Indonesia tersebut dengan sebuah hadiah umrah.

“Kita semua haru dan bangga dengan semangat adik kita yang kokoh keyakinannya tidak mau melepas jilbab betapa pun ia ingin membela dan mempersembahkan medali untuk bangsa ini. Adik kita ini dihadapkan pada dua pilihan yang sulit hingga akhirnya memutuskan untuk memenangkan keyakinannya. Kita bangga dan untuk itu kita hadiahkan umroh untuk ananda Miftahul Jannah,” ujar Jazuli kepada wartawan, Senin (8/10/2018) malam, di Jakarta.

Baca juga: Atlet Indonesia Rela Didiskualifikasi Karena Tak Mau Lepas Jilbab

Meskipun, Jazuli tidak menapik bahwa larangan menggunakan hijab itu sendiri merupakan aturan IBSA (International Blind Sport Federation) dan International Judo Federation (IJF) yang mungkin saja untuk menghindari hal yang membahayakan atlet.

Namun, menurutnya poin apresiasi Jazuli Juwaini adalah fakta bahwa Miftahul Jannah tetap memilih untuk mempertahankan keyakinan agamanya, setelah berusaha melobi agar dapat mengikuti pertandingan.

“Saya sampaikan beribu-ribu terima kasih untuk beliau yang telah memberi tiket umroh itu. Ini membuat saya lebih senang dan di luar dugaan. Miftah tidak berfikir sampai situ, mungkin itu medali emas buat miftah yang gagal dalam pertandingan kemarin,” ujar Miftah.

Miftah mengaku sudah mengetahui sejak awal tentang aturan yang tidak boleh memakai jilbab saat bertanding.

“Miftah menantang peraturan itu karena Miftah ingin mempertahankan prinsip Miftah dan berharap atlet lain itu seperti itu, harus mempertahankan prinsip,” katanya.

“Memang saya sudah tahu, tapi mungkin ada peluang untuk tampil dengan tetap memakai hijab, dan sudah mendengar sejak technical meeting sebenarnya dan Miftah sudah berkomitmen untuk tidak bertanding jika dibuka,” tukasnya. (Bal)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.