Minggu, 20 Januari 19

Kementerian PUPR Bangun 164 Jembatan Gantung di 2015-2018

Kementerian PUPR Bangun 164 Jembatan Gantung di 2015-2018
* Jembatan gantung Banjarsari II di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. (Foto: Kementerian PUPR)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) gencar membangun berbagai infrastruktur, termasuk jembatan gantung. Jembatan gantung yang menghubungkan antar desa sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama untuk menggantikan jembatan “Indiana Jones”.

Sepanjang 2015-2018 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun sebanyak 164 jembatan gantung. Pada 2019 direncanakan membangun sebanyak 166 jembatan baru lagi yang tersebar di seluruh pelosok di tanah air.

“Masih dibutuhkan ribuan jembatan gantung agar tidak ada lagi jembatan “Indiana Jones” di Indonesia. Kita harapkan ke depan tidak ada lagi anak-anak sekolah yang  bergelantungan seperti “Indiana Jones,” kata  Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip obsessionnews.com dari situs Kementerian PUPR, Senin (14/1/2019).

Sebagai contoh, dua jembatan gantung yang dibangun di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur,  pada 2018 telah rampung dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Jawa Timur-Bali. Jembatan gantung tersebut yakni Banjarsari II dan Kendungbendo. Kedua jembatan tersebut menggantikan jembatan antar-desa yang hanyut diterjang banjir besar yang terjadi pada 28 Desember 2017 lalu.

Jembatan gantung Banjarsari II dan Kendungbendo dibangun dengan panjang masing-masing 120 meter dan lebar 1,8 meter. Pembangunan kedua jembatan dilakukan dalam satu paket kontrak dengan total biaya sebesar Rp6,08 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2018

Masa konstruksi dimulai sejak Agustus 2018 dan rampung pada Desember 2018 dengan kontraktor PT Cahaya Agung Perdana Karya. Konstruksi yang digunakan tipe rigid dan  hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Jembatan Gantung Banjarsari II menghubungkan Desa Banjarsari dengan Desa Semanten, Pacitan. Sementara Jembatan Kendungbendo menghubungkan 3 dusun di Desa Kedungbendo dengan Kota Kecamatan Arjosari.

Keberadaan jembatan gantung sangat membantu masyarakat karena geografis wilayah Indonesia yang memiliki banyak gunung, lembah dan sungai. Secara fisik kondisi ini terkadang memisahkan lokasi tempat tinggal penduduk dengan berbagai fasilitas pelayanan publik seperti sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan.

Jembatan gantung dirancang secara matang, mulai dari pemilihan material hingga penerapan teknologi yang berkualitas. Penggunaan material jembatan gantung seperti baja, kabel, dan baut juga menggunakan produk lokal dalam negeri yang dibuat di Indonesia.

Kehadiran dua jembatan gantung tersebut sudah sangat dinanti masyarakat untuk kembali meningkatkan konektivitas antar-desa di willayah tersebut. Selain menjadi akses penghubung antar-desa, jembatan gantung juga diharapkan menggerakkan ekonomi perdesaan dan menjadi objek wisata desa. (red/arh)

 

Baca juga:

Kementerian PUPR Tingkatkan Bantuan Alat Berat ke Lombok

Kementerian PUPR Tunda Penerapan Transaksi Tol JORR, Ini Alasannya

FOTO BTN dan Kementerian PUPR Tandatangani Pembiayaan Pemilikan Rumah

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.