Minggu, 20 Januari 19

HIMPUNI Ajak Komponen Bangsa Bangun Sinergi Hadapi Era Revolusi Indistri 4.0

HIMPUNI Ajak Komponen Bangsa Bangun Sinergi Hadapi Era Revolusi Indistri 4.0
* Ketua Pelaksana Himpuni, Maryono membuka acara seminar dan talkshow “Penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Revolusi Industri ke- 4” di Jakarta. (Foto: dok BTN)

Jakarta, Obsessionnews.com – Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) mengajak seluruh komponen Bangsa Indonesia untuk bersinergi membangun kapasitas sumber daya manusia, mendorong berinovasi dan mengutamakan industrialisasi.

Hal itu guna menghadapi tantangan berat dalam Revolusi Industri 4.0 atau revolusi industri generasi keempat yang diprediksi akan menggerus tenaga kerja karena meningkatnya penggunaan teknologi, otomatisasi dan digitalisasi di berbagai sektor industry maupun jasa.

Ajakan itu disampaikan melalui Ketua Pelaksana Himpuni, Maryono saat membuka acara seminar dan talkshow yang mengambil tema Penyiapan Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Revolusi Industri ke- 4” di Jakarta, Senin (14/1/2019).

“Revolusi Industri 4.0 jangan dijadikan momok yang menakutkan bagi para tenaga kerja di Indonesia. Era tersebut seharusnya memicu kreativitas dan inovasi untuk menyongsong industri 4.0 tersebut. Caranya adalah dengan meningkatkan kompetensi, skill dan kreativitas sejak dini dengan mengoptimalkan era digitalisasi dalam bekerja dan berkarya,” kata Maryono.

Pada seminar yang dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang P.S. Brodjonegoro, Ketua Umum Apindo , Hariyadi Sukamdani dan Pendiri CT Corp Chairul Tanjung dipaparkan mengenai kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi revolusi industry 4.0.

Saat memaparkan sambutannya di seminar tersebut, Maryono yang juga Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., menilai seharusnya seluruh stakeholder yang berperan dalam peningkatan kualitas tenaga kerja harus bersinergi dimulai dari Perguruan tinggi yang notabene adalah wadah yang mendidik para calon tenaga kerja untuk menempati posisi strategis di berbagai sektor industry maupun jasa di era industry 4.0.

Maryono menambahkan, para pelaku bisnis yang menampung tenaga kerja diharapkan dapat  memberikan ruang dan kesempatan serta memberikan apresiasi yang layak bagi para tenaga kerjanya untuk berinovasi, meningkatkan kompetensi dalam  beradaptasi dengan dinamika teknologi dan maraknya digitalisasi demi kemajuan perusahaan.  

“BUMN dan perbankan nasional secara korporat telah memberikan apresiasi terhadap kegiatan inovasi dan bersinergi dalam  menghadapi revolusi industry 4.0 dengan melakukan inovasi dan kolaborasi untuk menciptakan produk dan layanan yang bersaing dengan pemanfaatan fintech untuk mendukung bisnis perbankan dalam melayani masyarakat,” katanya.

Maryono yang juga sebagai Ketua Umum Ika Undip ini mengajak  Himpuni dan seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai Bangsa Pemenang. Bangsa yang siap bersaing dan memenangkan persaingan global yang semakin ketat. Sebagai bentuk kontribusinya,  Himpuni akan memberikan masukan kepada seluruh stakeholder dalam menyusun kebijakan terkait tenaga kerja.

Himpuni akan menyelenggarakan kegiatan seminar dan talkshow. Rangkaian seminar tersebut tidak hanya di Jakarta tapi juga rencananya akan diadakan di kota besar lainnya seperti Palembang dan Semarang. Seminar  di setiap kota tersebut akan mengangkat tema yang berbeda diantaranya tema Industri Nilai Tambah Sumberdaya Alam, UMKM [Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah] dan Ekonomi Kerakyatan dan Penyiapan Sumberdaya Manusia dalam Menghadapi Indonesia 4.0. 

Adapun pembicara yang akan dihadirkan dalam seminar tersebut tidak hanya Menteri, namun juga Presiden dan Wakil Presiden, para akademisi, pengamat ekonomi dan pengusaha yang akan memaparkan secara langsung bagaimana tantangan, strategi dan peluang menghadapi revolusi industri generasi ke empat tersebut.

“Melalui kegiatan seminar dan talkshow tersebut, diharapkan kita akan dapat memaparkan kondisi terkini, dampak kebijakan yang ada dan menyerap masukan dari para stakeholder untuk disampaikan ke seluruh masyarakat untuk bagaimana menghadapi revolusi industry 4.0 tersebut dengan percaya diri,” kata Maryono. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.