Minggu, 18 November 18

Dakwah di Tempat Maksiat Nilainya Lebih Mulia

Dakwah di Tempat Maksiat Nilainya Lebih Mulia
* Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi. (foto: muslimobsession.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat untuk berdakwah tidak sebatas kepada orang-orang yang sudah baik saja, bahkan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus, seperti, daerah lokalisasi, kampung narkoba, tempat-tempat perjudian, klub malam, atau daerah remang-remang yang penuh dengan kemaksiatan.

“Jadi, kalau ada ustadz, kiai, atau ulama yang berani melakukan dakwah di tempat seperti itu, menurut saya, harus diberikan dukungan dan support sepanjang dakwahnya dilakukan dengan cara yang benar, manhaj yang shahih, niat yang baik, ikhlas, dan tidak ada maksud untuk menodai kesucian agama Islam. Apalagi, maksud untuk memperolok-olok agama sebagai bahan ejekan (istihza‘),” ujar Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Jumat (14/9/2018).

Karena, dakwah di tempat tersebut nilainya lebih mulia daripada dakwah di tempat yang baik dengan komunitas yang baik tetapi isi dakwahnya mengajak kepada kejahatan, penuh dengan ujaran kebencian, fitnah, dan mengadu domba antarkelompok masyarakat.

Sebab kegiatan berdakwah merupakan sebuah ajakan manusia untuk menuju jalan kebaikan, jalan yang diridhai Allah Swt dengan penuh kebijaksanaan (bil-hikmah). Semisal kebaikan (uswatun hasanah) dan berargumentasi dengan cara yang baik (wajadilhum billati hiya ahsan).

Dia juga mengajak masyarakat untuk sering mengartikan tugas dakwah itu dengan mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar ma’ruf nahi munkar). “Untuk mengajak kepada kebaikan itu harus dengan cara-cara yang baik, begitu juga untuk mencegah kemungkaran tidak boleh dengan cara yang mungkar,” tukasnya. (Bal)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.