Jumat, 17 September 21

Nasib Rapat Membahas Pendidikan Nasional di DPR, Pimpinan pun Datang Terlambat

A.Rapiudin
Jakarta– Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi X DPR dengan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/5), berlangsung tidak sesuai jadwal. Semula rapat dijadwalkan pada pukul 10.00, namun lantaran belum ada satu pun pimpinan rapat yang hadir maka rapat pun molor.

Sekitar pukul 11.05 WIB, Syamsul Bachri yang ditugasi memimpin rapat akhirnya hadir dan langsung memimpin rapat.“Mohon maaf saya terlambat hadir. Tidak biasanya perjalanan saya dari rumah ke gedung DPR sampai 3 jam,” ujarnya.

Usai membuka rapat sebentar, Syamsul Bachri berdasarkan persetujuan peserta rapat menskor rapat selama 15 menit.Alasannya, meski secara fraksi sudah kuorum, tapi dari jumlah anggota belum mencukupi untuk mengambil keputusan. Tetapi, lagi-lagi waktu skor molor dari kesepakatan semula.

Akhirnya RDP Komisi X DPR  dengan Wamendikbud Musliar Kasim dimulai pukul 13.15 WIB. Namun, rapat yang agenda utamanya membahas evaluasi Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan sebelumnya bersifat terbuka, kini jadi tertutup untuk umum.

Program BSM adalah bantuan yang diberikan pemerintah melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), kepada siswa dari keluarga kurang mampu untuk dapat melakukan kegiatan belajar di sekolah.Tujuan utama program itu agar siswa dari kalangan tidak mampu, dapat terus melanjutkan pendidikan di sekolah. Selain itu, juga bertujuan untuk mengurangi jumlah siswa putus sekolah akibat permasalahan biaya pendidikan.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.