Minggu, 28 November 21

Nasib Mary Jane Bersifat Politik Bukan Hukum

Nasib Mary Jane Bersifat Politik Bukan Hukum

Jakarta, Obsessionnews – Pakar hukum pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda menilai, tidak ada lagi upaya hukum yang bisa dilakukan oleh terpidana narkoba Mary Jane Fiesta Valeso untuk lolos dari hukuman mati. Sebab, proses hukum terhadap Mary Jane sudah inkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap.

Untuk itu kata Irul, sapaan akrabnya, nasib Mary Jane ‎hanya bisa dilakukan secara politik bukan hukum, dalam pengertian, apakah Presiden Joko Widodo akan mengampuni Mary Jane atau kembali mempertegas pelaksanaan eksekusi yang sempat tertunda Rabu kemarin.

“Ini tidak ada upaya hukum lain untuk menyelamatkan Mary Jane, kecuali ada pendekatan politik,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (30/4/2015).

Menurutnya, ‎pendekatan politik itu bisa dilakukan antara Indonesia dengan negara asal Mary Jane Philipina. Kedua negara ini bisa melakukan kerjasama mengungkap jaringan narkoba Mary Jane yang disebut telah menyerahkan diri ke pihak Kepolisian Philipina. Bisa saja penundaan eksekusi dilakukan sampai ada putusan tetap.

Atau Mary Jane, bisa mengajukan grasi untuk kedua kalinya. Namun kata Irul, grasi itu bisa diajukan kepada Presiden setelah dua tahun. ‎Selain itu harus ada jaminan bahwa dalam rentang waktu dua tahun itu Mary Jane tidak dieksekusi. “Jadi bisa saja mengajukan grasi, tapi harus menunggu dua tahun,” jelasnya.

Sebelumnya, Mary Jane sudah masuk dalam daftar 9 nama terpidana mati gelombang kedua. Ia sedianya akan dieksekusi pada Rabu dini hari (29/4/2015). Namun, Jaksa Agung memutuskan untuk menunda. Penundaan itu atas dasar permintaan Presiden Philipina.

Sebab, masih ada proses hukum di Philipina yang menyangkut dengan jaringan narkoba Mary Jane. Disebutkan bahwa perekrut Mary Jane, Maria Kristina Sergio, sudah menyerahkan diri ke Polisi Philipina dan ditetapkan sebagai tersangka. Mary pun masih diperlukan untuk memberikan keterangan saksi dalam pemeriksaan terhadap Sergio. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.