Rabu, 1 Desember 21

Nasib Ahok di Ujung Tanduk

Nasib Ahok di Ujung Tanduk
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016

Jakarta, Obsessionnews.com – Aksi Bela Islam yang akan digelar di depan Istana Presiden pada Jumat (4/11/2016) diperkirakan bakal diikuti lebih dari sejuta orang. Demonstrasi besar-besaran ini menuntut polisi menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dinilai menghina agama Islam.

Massa berasal dari berbagai organisasi kemasyaratan (ormas). Mereka berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Padang, Banda Aceh, dan lain-lain.

Salah satu ormas yang akan ikut berunjuk rasa adalah kader-kader Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi). Sebelumnya Parmusi secara tegas telah mengecam penistaan agama Islam oleh Ahok, mendesak Ahok minta maaf, dan diproses secara hukum. Namun, karena proses hukum berlum berjalan secara optimal, maka Parmusi  mendukung aksi Bela Islam 4 November.

Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI), Usamah Hisyam memberikan sambutan pada acara Workshop Da’wah Parmusi di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Jumat (27/5). Acara workshop da’wah Parmusi tersebut terdiri dari 160 Da’i dari berbagai daerah yang berlangsung hingga tanggal 1 Juni 2016. (Foto: Edwin B/Obsessionnews) @theobald_b
Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam.

“Sebagai pengendali organisasi, saya instruksikan agar dalam unjuk rasa tersebut tidak ada satupun kader yang mengibarkan bendera Parmusi. Saya akan ikut dan memimpin langsung unjuk rasa Bela Islam secara pribadi. Karena jihad fisabilillah harus dilakukan secara tulus dan ikhlas atas nama individu. Bukan organisasi,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Parmusi Usamah Hisyam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/11).

Ucapan Ahok yang diduga menghina Islam itu menjadi batu sandungan bagi dirinya dalam Pilkada DKI 2017. Dalam pilkada mendatang  gubernur DKI petahana ini berduet dengan kader PDI-P yang juga wakil gubernur DKI petahana, Djarot Saiful Hidayat. Mereka diusung PDI-P, Golkar, Nasdem, dan Hanura. Ahok mendapat penolakan dari warga di beberapa tempat saat berkampanye.

Penolakan warga terhadap kedatangan Ahok di lokasi kampanye Pilkada DKI 2017, serta besarnya jumlah massa yang akan berdemonstrasi pada 4 November, bakal membuat nasib Ahok di ujung tanduk alias dalam situasi berbahaya. Situasi yang tidak nyaman ini tergambarkan dari munculnya hastag #BasukiDiujungTanduk yang menjadi trending topic di media sosial Twitter hari ini, Kamis (3/11) siang.

Untukmu Agamamu, dan Untukkulah Agamaku.

Al Quran surat Al Kafirun ayat 6 berbunyi: Lakum Diinukum wa Liya Diin. Artinya, untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.

Surat Al Kafirun ayat 6 itu dapat ditafsirkan seseorang tidak perlu ikut campur agama yang dianut orang lain. Jika ikut campur, maka akan terjadi konflik. Masalah agama memang masalah yang sensitif.

https://www.youtube.com/watch?time_continue=3&v=MchL1Lip2q8

Ahok tidak menyadari betapa pekanya mencampuri urusan agama lain. Ahok yang non muslim membuat umat Islam marah ketika ia menyinggung soal Al Quran surat Al Maidah ayat 51 di sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016. Ketika itu calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 itu antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pernyataan sikapnya yang diteken Ketua Umum Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas pada Selasa (11/10), menyebut perkataan Ahok dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang berkonsekuensi hukum.

Sehari sebelumnya Ahok meminta maaf kepada umat Islam. “Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10).

Sejauh ini polisi menerima delapan laporan dari masyarakat terhadap Ahok. Selain itu muncul aksi demonstrasi yang menuntut agar aparat penegak hukum menangkap Ahok di Jakarta, Bandung, Banda Aceh, Makassar, dan lain-lain.

Namun, hingga kini polisi belum menangkap Ahok. Oleh karena itu berbagai ormas Islam akan kembali berunjuk rasa di Jakarta pada 4 November mendatang. Demonstasi yang difokuskan di depan Istana Presiden tersebut dikabarkan merupakan demonstrasi besar-besaran.

Sebelumnya pada Jumat (14/10) Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas Islam lainnya menggelar demonstrasi di Balai Kota DKI dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dengan tuntutan yang sama. Namun, karena hingga detik ini Polri belum menangkap Ahok, maka mereka akan kembali beraksi pada 4 November. Sasarannya kali ini adalah Istana Presiden. Mereka mendesak Presiden Jokowi turun tangan. Sejumlah pihak, termasuk Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menuding Jokowi melindungi Ahok. (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Demo 4 November Jangan Mainkan SARA

SBY Desak Ahok Diproses Secara Hukum

Jangan Sampai 250 Juta Orang Disandera Ahok

Zaskia Kini Berseberangan dengan Ahok

Survei KedaiKOPI: Hina Al Quran, Elektabilitas Ahok Turun

MUI Nyatakan Ahok Hina Al-Quran dan Ulama

Ahok Minta Maaf ‘Trending Topic’ di Google

Akhirnya, Ahok pun Minta Maaf!

Parmusi Akan Tuntut Ahok tentang Penistaan Agama Islam

Ahok, Surat Al Maidah 51 dan Kemarahan Umat Islam

Pentolan FPI Ingin Tangkap Ahok

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.