Minggu, 22 Mei 22

Nasdem: Kasus OC Kaligis Tak Terkait Partai

Nasdem: Kasus OC Kaligis Tak Terkait Partai

‎Jakarta, Obsessionnews – Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio Capella menegaskan, penetapan tersangka pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ada kaitanya dengan penugasan partai. Saat ini OC Kaligis masih tercatat sebagai ketua mahkamah partai Nasdem.

“Tidak ada penugasan dari partai terkait kasus itu,” ujar Patrice, saat dihubungi, Rabu (15/7/2015).

Anggota Komisi III DPR ini, tetap meminta kepada KPK untuk mengedepankan azas praduga tidak bersalah. Sebab, menyadari dengan ditetapkan OC Kaligis sebagai tersangka, sedikit banyaknya akan memberikan pengaruh bagi Partai Nasdem.

“Jelas kami kaget, dan mencermati dampaknya,” tuturnya.

Selain itu, Patrice juga mengatakan, partainya akan mempertimbangkan untuk mencabut pemberian bantuan hukum terhadap OC Kaligis. Pasalnya, OC Kaligis juga merupakan advokat senior yang sudah memiliki banyak jaringan. “Poinya apakah Pak OC memerlukan bantuan hukum,” terangnya.

OC Kaligis ditetapkan sebagai tersangka, terkait kasus korupsi suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, Sumantra Utara. “Telah ditemukan dua alat alat bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan OC Kaligis sebagai tersangka,” ujar ‎Pimpinan sementara KPK, Johan Budi, di kantornya, Selasa (14/7/2015).

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, KPK sudah lebih dulu melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap OC Kaligis sebagai saksi. Selain itu, KPK juga sudah melakukan penggeledahan di Kantor OC Kaligis, untuk menguatkan bukti permulaan.

Kasus ini bermula dari ditangkapnya lima orang oleh tim KPK pada 9 Juli lalu. Kelimanya yaitu M. Yagari Bhastara Guntur alias Gerry, anak buah O.C. Kaligis; Tripeni Irianto Putro, Ketua PTUN Medan; Syamsir Yusfan, panitera sekretaris PTUN Medan; dan dua hakim PTUN Medan bernama Amir Fauzi dan Dermawan Ginting.

Untuk mendalami kasus tersebut, KPK melakukan penggeledahan di Kantor Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugraha, kemudian di kantor anak buah Gatot yakni Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara Ahmad Fuad Lubis‎.

‎Dalam pengembangnya, Fuad Lubis diduga telah mengunakan jasa pengacara OC Kaligis, untuk menggugat Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, setelah dirinya dikaitkan dengan kasus korupsi dana bantuan sosial Pemrov Sumatera Utara tahun 2012-2013. Gugatan itu, akhirnya dikabulkan majelis hakim dipimpin Tripeni, dan anggotanya Amir dan Dermawan.

Atas perbuatannya, OC disangka melanggar Pasal 6 ayat 1 a, Pasal 5 ayat 1 a atau b, Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 ayat 1 dan 55 ayat 1 Kitab UU Hukum Pidana. Pasal-pasal itu mengatur penyuapan yang dilakukan secara bersama-sama. ‎(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.