Selasa, 18 Januari 22

Nasdem dan Golkar Tolak Sikap Politik PDI-P

Nasdem dan Golkar Tolak Sikap Politik PDI-P
* Anggota Dewan Pakar Partai NasDem, Taufiqulhadi.

Jakarta, Obsessionnews.com – Anggota Dewan Pakar Partai NasDem, Taufiqulhadi, menyayangkan keinginan PDI Perjuangan (PDI-P) yang akan membentuk tim pemenangan sendiri dalam mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Menurutnya, keinginan itu mestinya tidak perlu dilakukan. Karena untuk memenangkan Ahok, partai koalisi yakni Nasdem, Golkar, PDI-P dan Hanura harus bersatu. ‎”Kalau kita bersatu tandanya kita solid, dan peluang besar untuk menang, bukan berjalan sendiri-sendiri,” ujar Taufiq di DPR, Senin (26/9/2016).

Anggota Komisi III ini juga menyatakan, PDI-P sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak di DPRD DKI tidak boleh merasa paling dominan. Fokus utama Pilkada DKI, kata dia, bagaimana menyatukan kekuatan untuk memenangkan Ahok.

“Yang terpenting juga adalah tidak kontraproduktif satu sama lain,” sambungnya.

Senada dengan Partai NasDem, Golkar melalui Sekjen Idrus Marham menilai, tidak boleh ada parpol pengusung Ahok-Djarot yang dominan. Jika begitu, maka peluang keduanya untuk menang akan sulit.

“Yang harus dipahami PDIP, kemenangan Ahok-Djarot bisa dicapai bila rasa kebersamaan ada. Kalau tidak ada kebersamaan, masing-masing partai ingin dominan ini kontraproduktif. Tanpa kebersamaan pasangan Ahok-Djarot sulit dimenangkan, apalagi pasangan lain cukup bagus,” ujar Idrus.

Sebelumnya, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto menyebutkan partainya akan membentuk tim kampanye internal untuk menggerakkan seluruh kadernya untuk memenangkan Ahok Djarot. Tim ini tidak akan bergabung dengan tim pemenangan yang dibentuk Golkar, Partai Nasdem dan Partai Hanura.

“Kami sekarang membentuk tim kampanye di internal PDIP yang akan bertanggung jawab menggerakkan seluruh simpatisan, anggota dan kader termasuk kerjasama terhadap seluruh sumberdaya yang dimiliki PDIP,” kata Hasto  di rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Minggu (25/9).

Dalam tim tersebut PDI-P akan menunjuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai juru kampanye Ahok. Dan dipimpin langsung oleh Megawati. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.