Senin, 25 Mei 20

Napi Mau Dibebaskan, Buat Apa?

Napi Mau Dibebaskan, Buat Apa?
* Jonru Ginting

Oleh: Jonru Ginting, Pegiat medsos

Ada wacana, bahwa sekitar 30.000 hingga 35.000 napi akan dibebaskan, KATANYA dengan tujuan agar mereka terhindar dari virus corona. Benarkah demikian?

(Baca beritanya di https://nasional.kompas.com/read/2020/04/02/07171251/wacana-yasonna-bebaskan-koruptor-untuk-cegah-covid-19-di-penjara )

Sebagai orang yang pernah tinggal di penjara, terus terang berita ini membuat saya BINGUNG LUAR BIASA. Tujuannya apa, tindakannya apa. Gak nyambung.

Sebagai orang yang pernah tinggal di penjara, saya tahu persis, bahwa POTENSI PENULARAN VIRUS COVID-19 di penjara hanya bisa terjadi melalui 4 JENIS MANUSIA sebagai berikut:

Pertama: Sipir
Para sipir punya potensi untuk menularkan virus ke penjara. Sebab selama tidak bertugas, mereka bisa berkumpul dengan keluarga, jalan-jalan, bertemu banyak orang di luar, dan sebagainya.

Kedua: Tahanan Baru
Maksudnya adalah tahanan yang ditangkap atau ditahan ketika wabah corona sedang menggejala. Jika ada di antara mereka yang terjangkit corona, tentu berpotensi untuk menularkannya pada orang-orang di dalam penjara. (Tapi biasanya, jika ada napi yang punya penyakit menular, mereka ditempatkan di ruangan khusus bernama ruangan isolasi).

Ketiga: Para Pembesuk
Para tahanan tentu punya keluarga atau teman yang ingin membesuk mereka di dalam penjara. Biasanya, pertemuan keduanya difasilitasi di ruang kunjungan. Di sana mereka bisa salaman, cipika-cipiki, ngobrol berdekatan, dan sebagainya. Jika ada di antara pembesuk yang sudah terjangkit corona, tentu dia bisa menjadi sumber penularan kepada para penghuni penjara.

Keempat: Tamu khusus
Di dalam penjara biasanya ada tamu khusus yang diundang untuk tujuan tertentu. Misalnya: Ustadz yang diundang untuk mengisi pengajian di dalam masjid penjara, atau menjadi khatib shalat Jumat. Sewaktu saya di Cipinang, di sana rutin diadakan senam sehat setiap Jumat pagi, dan instrukturnya berasal dari luar.

Dari keempat jenis manusia di atas, siapa yang punya potensi terbesar untuk menularkan? Jawabannya adalah SIPIR.

Kenapa? Sebab untuk tahanan baru, pembesuk dan tamu khusus, biasanya dilakukan PEMERIKSAAN KETAT sebelum mereka masuk. Pada hari-hari normal pun, pemeriksaan ketat pun rutin dilakukan. Apalagi jika ada corona, tentu pemeriksaannya akan jauh lebih diperketat.

Terlebih lagi untuk tahanan baru. Biasanya, terhadap para tahanan baru akan dilakukan pemeriksaan kesehatan standar ketika mereka baru masuk. Dan karena sedang ada corona, saya yakin pasti pemeriksaan kesehatan akan lebih serius dilakukan.

Jadi untuk tahanan baru, pembesuk dan tamu khusus, kemungkinan mereka menularkan virus sangatlah kecil. Sebab pemeriksaan terhadap mereka sebelum masuk sangatlah ketat.

Berbeda dengan sipir. Mereka adalah petugas. Mereka tuan rumah. Mereka bebas masuk ke dalam penjara tanpa pemeriksaan ketat.

Mungkin setelah ada wabah corona, para sipir selalu dites kesehatannya sebelum masuk ke lingkungan penjara. Saya tidak tahu persis seperti apa faktanya. Tapi seharusnya hal ini dilakukan.

Dan jika pemeriksaan kesehatan terhadap sipir rutin dilakukan secara ketat, maka mereka pun akan sulit menjadi sarana penularan virus

* * *

Dari ulasan di atas, SANGAT JELAS bahwa penularan virus corona ke dalam penjara itu RELATIF SANGAT SULIT. Justru penjara adalah tempat yang sangat aman dari serangan wabah corona.

Karena itu, ketika mendengar berita bahwa ada wacana 30.000 hingga 35.000 napi akan dibebaskan agar tidak terjangkit corona, sungguh saya sangat bingung luar biasa.

Tapi semoga ini hanyalah wacana. Aamiin. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.