Jumat, 3 April 20

Naik Haji Lebih Cepat, Ini Caranya

Naik Haji Lebih Cepat, Ini Caranya
* Ilustrasi naik haji. (Foto: Dok OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Setiap muslim tentu ingin menyempurnakan ke-Islam-annya dengan menunaikan ibadah haji ke tanah suci.

Namun tingginya animo masyarakat melaksanakan ibadah ini, serta terbatasnya kuota haji yang tidak seimbang dengan permintaan jamaah, membuat jamaah harus menunggu lama.

“Membuat kita harus rela antri belasan hingga lebih dari 20 tahun,” ungkap Praktisi Komunikasi Basuki Tri Andayani seperti dikutip kompasiana, Rabu (19/2/2020).

Dia menjelaskan, untuk mendapatkan porsi haji seseorang harus membayar Rp25 juta. Setelah itu baru mendapatkan porsi haji dengan waktu keberangkatan cukup lama.

“Jika saat ini kita punya keinginan berhaji, sementara kita belum memiliki dana untuk mendaftar, maka kita harus menabung sampai mempunyai saldo Rp25 juta. Setelah itu porsi haji baru kita peroleh,” tambahnya.

Apabila kalau menabung Rp500 ribu setiap bulan, baru bisa mendaftar haji 50 bulan atau 4 tahun 2 bulan ke depan. “Jika asumsi waktu tunggu keberangkatan haji (waiting list) 20 tahun setelah pendaftaran, maka kita baru bisa berangkat haji 24 tahun atau 288 bulan lagi,” jelasnya.

Lalu adakah cara tepat agar bisa berangkat ibadah haji lebih cepat? Dengan lantang dia menjawab ada. “Jawabnya ada,” tegas Basuki.

Pria kelahiran Magelang ini menjelaskan, saat ini PT Pegadaian (Persero) membantu mewujudkan impian ibadah haji dengan waktu lebih cepat lagi. Caranya dengan mengakses produk yang bernama Arrum Haji.

“Nasabah Arrum Haji dapat mengajukan pembiayaan porsi haji senilai Rp25 juta dengan jaminan emas seberat kurang-lebih 3,5 gram. Jika harga emas pergram Rp700 ribu, maka dengan tabungan emas senilai Rp2.450.000, kita dapat memperoleh porsi haji melalui fasilitas tersebut,” ungkapnya.

Namun, apabila nasabah belum punya emas sebagai jaminan, Pegadaian melayani tabungan emas dengan setoran bebas sesuai kemampuan ekonomi. Berapapun dana yang disetorkan akan dikonversikan dalam berat gram emas.

Jika nasabah bisa menyisihkan Rp500 ribu setiap bulan, maka dalam waktu 5 bulan nasabah tersebut sudah bisa mendampatkan porsi haji, jauh lebih cepat 45 bulan dibandingkan menabung secara konvensional seperti di atas.

“Artinya, dengan membuka tabungan emas dan mengakses produk Arrum Haji, kita bisa berangkat haji lebih cepat, dari 288 bulan menjadi 243 bulan,” pungkas Basuki. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.