Rabu, 12 Agustus 20

Nafsu Dikenal

Nafsu Dikenal

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah

 

Pengingat bagi diri sendiri, yang eksis di lini masa setiap hari, bahwa ada penyakit hati yang mengintai, kita sangat-sangat ingin dikenali.

Merasa bangga dan berharap selalu dipuji-puji, dielu-elukan ke mana pergi, inginkan semua manusia berseri-seri, saat dia menyapa dan menyambangi.

Ingin nampak, ingin muncul, ingin terkenal, inginkan panggung. Semua harus saya, yang bintang cuma saya, yang hebat hanya saya, sayalah pusat alam semesta.

Khawatirkan hal ini, saat bicara dia bukan mengenalkan Allah tapi mengenalkan diri sendiri, saat berlisan dia bukan membuat manusia cinta Rasulullah, tapi cintai dirinya.

Sebab bila manusia sudah gila perhatian, dia terus mencari itu, bahkan dengan cara-cara yang tidak etis. Apa saya asal dia bisa dikenal, asal dia bisa muncul ke depan.

Saat itu, manusia lain jadi halangan baginya. Sesak dadanya saat ada yang lebih dikenali daripada dia, gerah dirinya saat ada yang lebih diperhatikan dibanding dirinya.

Sepertinya, kita harus banyak berlatih meniadakan diri, agar kita leluasa mengenalkan Allah dan Rasulullah dalam dakwah-dakwah yang kita sampaikan pada manusia.

Tandanya, mereka akan senantiasa senang bila ada yang bahu-membahu dalam dakwah. Senang saat ada generasi baru yang mencintai Islam dan mendakwahkannya.

Indikasinya, mereka senang membantu siapapun yang ingin berkontribusi bagi Islam, tanpa memandang latar belakang, hanya karena dakwah di jalan Allah.

Yang sudah lebih dulu menunjukkan pada yang baru datang, yang tua menasihati yang muda, yang muda mendobrak di depan, indahnya dakwah bila sudah karena Allah.

Bila nafsu dikenal mampu dikekang, saat itulah tak ada masalah bilapun dirimu tak diketahui manusia, sebab bukan itu yang engkau harap, karena Allah Maha Mengetahui.

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.