Sabtu, 24 Oktober 20

Nadia, Anak Tukang Ojek yang Sukses Tembus UGM

Nadia, Anak  Tukang Ojek yang Sukses Tembus UGM
* Nadia Atina Solihati berobsesi menjadi perawat.

Yogyakarta, Obsessionnews.com – Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka yang menjadi favorit para calon mahasiswa. Karena itu tidak mengherankan jika banyak yang berlomba-lomba ingin menembus universitas tersebut.

Salah seorang yang diterima kuliah di UGM adalah Nadia Atina Solihati. Nadia merasa sangat bahagia ketika  dirinya dinyatakan lolos SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan diterima kuliah di Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran UGM. Kebahagiaannya semakin bertambah ketika ia dinyatakan kuliah gratis dengan beasiswa Bidik Misi (Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi).

Nadia bersama kedua orang tuanya.
Nadia bersama kedua orang tuanya.

“Saya sangat senang dan bersyukur. Ini impian yang jadi kenyataan bisa kuliah di UGM,” tutur Nadia ketika ditemui di rumahnya, Karangsalam RT 04/02, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Alumnus SMA Negeri 1 Banyumas ini berobsesi menjadi perawat karena di daerahnya jumlah tenaga medis masih sedikit. Hal itu pula yang mendorong dirinya ingin menjadi perawat dan mengabdi di bidang kesehatan suatu saat nanti.

“Kalau bapak ibu pendidik, guru disini banyak. Namun, tenaga medis sangat sedikit. Padahal, saya melihat mereka sangat dibutuhkan warga disini,” ungkapnya.

Nadia bersyukur bisa mendapat beasiswa Bidik Misi untuk kuliah nanti. Sebab, tanpa itu Nadia yakin orang tuanya sangat berat untuk membiayai kuliahnya.

Ayahnya, Sumarso, hanya bekerja mengandalkan hasil kebun yang tak seberapa. Sementara ibunya, Warsini, seorang ibu rumah tangga. Nadia menjelaskan, penghasilan ayahnya rata-rata Rp 500 ribu per bulan dari penjualan hasiI kebun seperti kelapa dan cengkeh. Untuk menambah penghasilan ayahnya bekerja sebagai tukang ojek.

Melihat kondisi orang tuanya tersebut, Nadia tak mau semakin membani. Karena itu, semenjak kelas X ia berusaha agar nilai akademiknya selalu baik.

Nadia yakin dengan nilai baik dirinya akan lebih mudah untuk mendapat beasiswa. Benar saja, sejak duduk di kelas X SMA Negeri 1 Banyumas, ia hanya membanyar SPP sebesar 50 persen atau Rp 100 ribu per bulan.

“Untuk nilai ya alhamdullilah selalu di atas rata-rata. Semisal untuk nilai pelajaran Kimia 9, Biologi 9, juga untuk nilai-nilai yang lain,” papar dara kelahiran 11 Mei 1998 ini dengan penuh semangat.

Maka, tidak mengherankan jika prestasinya selalu ranking 1. Meskipun demikian, saat duduk di kelas X  semester 1 dirinya sempat meraih ranking 2.

Saat duduk di kelas XI Nadia berhasil meraih prestasi juara II Karya Ilmiah Remaja (KIR) Provinsi Jawa Tengah.  Pada lomba KIR tahun 2014, Nadia bersama tim mengusung karya inovasi pembuatan sirup dari kulit buah manggis.

“Senang bisa juara dua. Hanya rasa penasaran saja pingin meneliti itu. Bolak-balik saya bersama tim konsultasi dengan guru, pingin tahu ilmu tentang itu,” tutur Nadia.

Ia mengagumi Nelson Mandela dan Bung Karno. Dua tokoh tersebut ternyata cukup memotivasi Nadia untuk selalu giat dalam belajar.

“Nelson Mandela tidak membeda-bedakan ras, sementara Soekarno jelas  karena perannya telah memerdekakan bangsa ini,” ucapnya. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Anak Penjual Gorengan Ini Diterima Kuliah di FK UGM

Hebat! Tiffani, Anak Penjaga Toko yang Diterima di UGM

Refo, Anak Penjahit yang Diterima Kuliah di UGM

Inilah Amro Monster, Robot Cerdas Buatan Mahasiswa UGM

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.