Minggu, 7 Juni 20

Myanmar Tidak Ijinkan IRC Mengkases Muslim Rohingya

Myanmar Tidak Ijinkan IRC Mengkases Muslim Rohingya
* pembakaran rumah-rumah Muslim Myanmar. (ParsToday)

Ketua Komite Penyelamatan Internasional (IRC), David Miliband menyatakan, tim-tim penyelamat tidak diijinkan mengakses wilayah utara Myanmar.

Dalam wawancaranya dengan CNN, Miliband mengatakan, regu penyelamat dan bantuan medis telah siap masuk ke wilayah utara Myanmar akan tetapi mereka tidak diijinkan masuk.

Ketua Komite Penyelamatan Internasional menyinggung penderitaan Muslim Rohingya dan menuntut agar lembaga-lembaga kemanusiaan diijinkan mengakses wilayah-wilayah krisis untuk misi penyelamatan dan pemberian bantuan.

Miliband yang pernah menjabat sebagai menlu Inggris, menjawab tuduhan soal kerja sama regu penyalamat PBB dan sejumlah LSM dengan kelompok pemberontak di Myanmar seraya mengatakan, “Klaim-klaim tersebut sama sekali tidak sesuai dengan pengalamannya.”

Miliband mendesak Menlu dan Pansehat Pemerintah Myanmar, Aung San Suu Kyi untuk mengakhiri kebungkamannya di hadapan tragedi yang sedang terjadi di negaranya.

Ali Akbar Velayati

Pemerintah Myanmar, Boneka Barat
Penasihat Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar untuk urusan internasional menyebut pemerintah Myanmar sebagai boneka Barat dan mengatakan, negara-negara Muslim jangan diam menyaksikan kejahatan yang dilakukan militer dan kelompok Buddha ekstrem terhadap Muslimin Rohingya.

Ali Akbar Velayati, Penasihat Rahbar, Kamis (14/9) menganggap Amerika Serikat terlibat dalam aksi kejahatan pemerintah Myanmar terhadap Muslimin Rohingya.

Ia menjelaskan, negara-negara Muslim harus mencegah genosida yang dilakukan pemerintahan diktatoris ini lewat lembaga-lembaga internasional.

Iran sendiri sudah mengontak lembaga-lembaga internasional khususnya PBB dan WHO terkait upaya pengiriman bantuan tenaga medis dan peralatan kesehatan untuk Muslimin Rohingya di Myanmar.

Akibat serangan terbaru militer Myanmar terhadap Muslimin Rohingya di negara bagian Rakhine, ratusan orang tewas dan ratusan ribu lainnya mengungsi. Sejak tahun 2012, minoritas Muslim Rohingya menjadi sasaran serangan militer dan kelompok Buddha ekstrem Myanmar.(ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.