Rabu, 21 April 21

Myanmar Minta India Kembalikan Polisi-polisi yang Melarikan Diri

Myanmar Minta India Kembalikan Polisi-polisi yang Melarikan Diri
* Bentrokan polisi dan pengunjuk rasa di Yangon, Sabtu. (Foto: EPA/BBC)

Myanmar telah meminta India untuk mengembalikan para anggota polisi yang melintasi perbatasan demi mencari perlindungan setelah menolak untuk melaksanakan perintah militer.

Pejabat India mengatakan sejumlah petugas polisi dan keluarga mereka telah melintasi perbatasan dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sebuah surat, pihak berwenang Myanmar meminta India untuk mengembalikan para polisi dan keluarganya “untuk menjaga hubungan persahabatan”.

Protes dan pemogokan massal masih terjadi di Myanmar, menyusul kudeta militer bulan lalu.

Pasukan keamanan telah mengambil tindakan keras terhadap demonstran dan setidaknya 55 kematian telah dilaporkan.

Pada hari Sabtu (06/03) pengunjuk rasa terus berdemo menentang militer di seluruh negeri.

Di kota terbesar Myanmar, Yangon, polisi menggunakan gas air mata, peluru karet dan granat kejut untuk membubarkan massa.

Belum ada laporan mengenai korban terbaru.

Permintaan untuk menahan para polisi
Deputi Komisaris Maria CT Zuali, seorang pejabat senior di distrik Champhai di negara bagian Mizoram, India, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa dia telah menerima surat dari distrik Falam di Myanmar yang meminta kepulangan para petugas polisi.

Surat itu mengatakan bahwa Myanmar memiliki informasi tentang delapan petugas polisi yang menyeberang ke India.

“Untuk menjaga hubungan persahabatan antara kedua negara tetangga, Anda dengan hormat diminta untuk menahan delapan personel polisi Myanmar yang telah tiba di wilayah India itu dan menyerahkannya ke Myanmar,” bunyi surat itu.

Zuali mengatakan dia sedang menunggu instruksi dari kementerian dalam negeri India di Delhi.

Menurut Reuters, sekitar 30 orang, yang termasuk para anggota kepolisian dan anggota keluarga mereka, telah melintasi perbatasan ke India untuk mencari perlindungan dalam beberapa hari terakhir.

Pada hari Sabtu, sejumlah warga Myanmar lainnya menunggu di perbatasan, berharap bisa melarikan diri dari kekacauan tersebut, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP yang mengutip pejabat India. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.