Rabu, 30 September 20

Mutu Barca & Madrid Anjlok, Kekuatan Sepakbola Eropa Geser ke Inggris

Mutu Barca & Madrid Anjlok, Kekuatan Sepakbola Eropa Geser ke Inggris
* Barcelona 0-0 Real Madrid. (mirror.co.uk)

Duel dua tim raksasa Spanyol Real Madrid vs Barcelona (Barca) atau biasa disebut El Clasico adalah pertandingan terbesar di muka bumi ini, tetapi hal tersebut tidak tercermin pada pertandingan dini hari tadi.

Meski kedua tim telah mengklaim enam dari sembilan trofi Liga Champions terakhir, mendekat ke 2020, kekuatan sepakbola Eropa bergerak/bergeser ke Ingggris.

Adu otot terjadi antara Barcelona dan Real Madrid namun bisa dikatakan aksi-aksi para bintang Camp Nou jauh dari kata memuaskan seiring pertarungan yang berakhir tanpa gol. Tim-tim papan atas Eropa yang ikut mengarahkan radar ke Catalan menyadari, tidak ada yang perlu mereka takutkan di Liga Champions.

Blaugrana dan El Real memang sedang adu kekuatan di papan atas klasemen LaLiga dengan poin identik, mereka juga masih punya sederet bakat menjanjikan di semua lini tetapi pertandingan tadi memperlihatkan bagaimana kualitas kedua tim itu menurun dari standar biasanya.

Dalam satu dekade ini, sepakbola Spanyol bisa dikatakan mendomnasi Eropa. Madrid dan Barca telah memenangkan enam dari sembilan final Liga Champions terakhir sementara Atletico Madrid berada di final sebanyak dua kali. Sayangnya, bisa kita katakan era baru di dekade baru sudah di depan mata.

Keberhasilan Liverpool dan Tottenham mencapai final Liga Champions pada musim lalu ditambah empat perwakilan Liga Primer yang beredar di babak 16 besar pada musim ini, membuat kekuatan di Eropa bergeser lagi. Itu tercermin dari Clasico terakhir dekade ini. Kedua tim mengetahui betul kelamahan masing-masing tetapi tidak bisa memanfaatkannya.

Madrid sekarang menyamai catatan Clasico terburuk mereka, tidak pernah menang dalam tujuh pertandingan terakhir. Meski Los Merengues tampil lugas di Camp Nou, rasanya mereka tidak begitu diuntungkan banyak ketika bermain di Santiago Bernabeu nanti.

Pasukan Zinedine Zidane memasuki kamar ganti dengan senum lebar. Mereka mencatatkan 12 tembakan, terbanyak yang pernah mereka catatkan dalam 45 menit pertama pertanidngan sejak setidaknya musim 2003/04.

Performa Fede Valverde layak diacungi jempol. Dia mencatat 100 persen umpan akurat dan dua kali melakukan percobaan ke arah gawang, salah satunya melebar tipis ke tiang jauh gawang Marc-Andre ter Stegen. Kiper asal Jerman ini tidak bisa bersantai apalagi Karim Benzema terus mengintai.

Benteng pertahanan Barcelona jauh lebih sibuk. Raphael Varane mengklaim dua penalti dalam waktu singkat dan tayangan ulang membuktikan El Real cukup sial tidak mendapatkan salah satu di antaranya.

Barcelona meningkatkan permainan di babak kedua, tetapi kurang mulus. Barangkali situasi politik di balik pertarungan ini akan menjadi topik yang lebih menarik untuk disimak dengan salah satu spanduk terpajang bertuliskan “Spanyol Duduk Dan Bicara”.

Ketika Arturo Vidal menggantikan Nelson Semedo di awal babak kedua, suporter memanfaatkan waktu itu untuk melakukan protes dengan melambungkan 20 bola kuning ke atas lapangan. Setelah dua menit, pertandingan dilanjutkan lagi tetapi situasinya tidak membaik.

Bahkan Messi tidak seperti biasanya, kali ini dia tumpul, magisnya gagal menghadirkan perbedaan. Bintang Argentina ini memberi dua bola jempolan untuk Jordi Alba di awal pertandingan tetapi keduanya dibuang begitu saja. Melihat performa Messi di sepanjang pertandingan memang bisa menjadi hiburan tersendiri tetapi rencana pertandingan Barcelona tidak jelas.

Gareth Bale yang sunyi sempat menggetarkan jala gawang tetapi Ferland Mendy terperangkap jebakan off-side. Tipis memang, tetapi hasil imbang 0-0 yang pertama sejak 17 tahun tidak bisa dihindarkan.

Fokus di tribun mulai beralih jauh sebelum wasit membunyikan peluit tanda bubaran pertandingan> Bau plastik terbakar dan suara helikopter yang berputar-putar di atas stadion terus terdengar, sementara 22 pemain di bawahnya gagal memperlihatkan aksi terbaik. (*/goal.com)

Related posts

1 Comment

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.