Minggu, 26 September 21

Muswil KAHMI Jatim Diduga Diintervensi Oknum Pejabat di Dua Institusi Negara

Muswil KAHMI Jatim Diduga Diintervensi Oknum Pejabat di Dua Institusi Negara
* Pelaksanaan Muswil KAHMI Jatim di Magetan. (Foto: Albar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Musyawarah Wilayah Koprs Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) V Jawa Timur (Jatim) yang dilaksanakan di Telaga Sarangan, kaki Gunung Lawu, Kabupaten Magetan diwarnai dengan pengunduran diri Presidium terpilih Ridwan Hisjam.

Mundurnya Ridwan Hisjam sebagai Presidum KAHMI Jatim ditolak oleh Kurniadi, anggota KAHMI Sumenep, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Penasehat. Menurutnya alasan yang disampaikan Ridwan tidak nyambung.

Baca juga: Sudah Terpilih Jadi Presidium KAHMI Jatim, Ridwan Hisjam Malah Mundur, Kenapa?

“Saya sampaikan alasannya tidak nyambung kalau cuman ingin meramaikan Muswil di tingkat nasional, dan menyerahkan kepada yang lebih junior, ya itu tidak nyambung. Mestinya kalau mau mundur sebelum pemilihan, lah ini sudah dipercaya malah mundur,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (1/6).

Kecuali ada alasan lain, karena ia mendengar informasi Muswil KAHMI Jatim ada politik transaksional yang melibatkan oknum pejabat di institusi negara untuk ikut mengkondisikan sejumlah calon agar jadi sebagai presidium KAHMI.

“Saya mendengar informasi ada oknum yang menjabat di institusi negara terlibat intervensi dalam proses pemilihan presidium KAHMI Jatim. Kalau alasan itu, ada politik transaksional, mungkin patut dipertimbangkan,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, memang ada beberapa pengakuan dari anggota KAHMI yang menyebut ada pertemuan para pejabat di dua institusi negara yang ikut mengatur jalannya Muswil Jatim. Pertemuan itu terjadi di sekitar di Telaga Sarangan, kaki Gunung Lawu sebelum proses pemilihan presidium dengan idikasi politik uang.

Ridwan sendiri saat dihubungi terpisah menyebut, salah satu alasan lain dirinya mundur adalah memang ia mendengar informasi adanya dugaan politik uang dengan keterlibatan para pejabat negara dalam pelaksanaan Muswil Jatim V ini. Padahal itu tidak seharusnya terjadi.

“Kalau memang itu benar, mestinya itu tidak terjadi. Karena cukup menciderai pelaksanaan Muswil KAHMI yang diharapkan bersih dari kecurangan, ataupun politik transaksional,” ujarnya.

Ridwan sudah menyatakan mundur sebagai Presidium KAHMI sebelum proses penetapan. Posisi dia digantikan oleh Imam Nasrullah anggota DPRD Ngawi dari Fraksi Partai Golkar. Dalam Muswil ini telah ditetapkan 7 orang presidium dengan koordinatornya Edi Purwanto. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.