Rabu, 21 Oktober 20

Muslimah India Jadi 100 Tokoh Berpengaruh Majalah Times

Muslimah India Jadi 100 Tokoh Berpengaruh Majalah Times
* Bilkis, muslimah India jadi 100 Tokoh Berpengaruh Majalah Times. (Foto: Cognate)

Bilkis, seorang muslimah India berusia 82 tahun dari New Delhi terpilih menjadi salah satu dari 100 tokoh dunia paling berpengaruh di 2020 versi Majalah Times.

Pasalnya, wanita tua tersebut menjadi ikon kaum terpinggirkan di India, yang selama ini melakukan protes besar-besaran terhadap pemerintah yang menerapkan Undang-undang Amandemen Kewarganegaraan (Citizenship Amendment Act/CAA) yang kontroversial, yang memblokir warga Muslim dari kewarganegaraan di negara tersebut.

“Bilkis memberikan harapan dan kekuatan kepada para aktivis dan pemimpin mahasiswa yang dijebloskan ke balik jeruji besi, karena membela kebenaran yang tidak populer dalam demokrasi yang bergeser ke otoritarianisme, dan mengilhami protes peniru damai di seluruh negeri,” tulis Rana Ayyub, seorang jurnalis India, di deskripsi Majalah Time, seperti dikutip Sahijab dari About Islam.

Bilkis menjadi kelompok muslimah yang terpinggirkan karena ia menjadi bagian yang dikecualikan oleh Pemerintahan India, di bawah Perdana Menteri Narendra Modi. Bilkis dan banyak warga muslim India lain kesulitan untuk mendapatkan hak kewarganegaraan karena Undang-Undang tersebut.

Seorang jurnalis India, Rana Ayyub yang menulis ‘Gujarat Files: Anatomy of a Cover Up’, mengungkapkan ketika ia pertama kali bertemu dengan Bilkis, sedang duduk di tengah kerumunan massa. Ia dikelilingi oleh perempuan dan muslimah muda India yang sedang melakukan demonstrasi dengan spanduk protes dan penentangan.

Namun Bilkis terlihat dengan tasbihnya di satu tangan dan bendera nasional India di tangan lainnya. Bilkis menyuarakan protesnya sejak jam 8 pagi hingga tengah malam di Shaheen Bagh, sebuah kawasan di New Delhi, menjadi simbol perlawanan.

“Bilkis memberikan harapan dan kekuatan kepada para aktivis dan pemimpin mahasiswa yang dijebloskan ke balik jeruji besi karena membela kebenaran yang tidak populer dalam demokrasi yang bergeser ke otoritarianisme, dan mengilhami protes peniru damai di seluruh negeri,” tulis Rana Ayyub di deskripsi Majalah Times.

Dalam wawancaranya, bahkan Bilkis duduk bergabung dan tak bergeming dengan para demostran. “Saya akan duduk di sini sampai darah saya berhenti mengalir di pembuluh darahnya sehingga anak-anak di negara ini dan dunia menghirup udara keadilan dan kesetaraan,” ujar Bilkis.

Atas kesungguhan perjuangan wanita renta melawan ketidakadilan tersebut, Majalah Times memberikan penghargaan sebagai tokoh dunia berpengaruh selama 2020, bersama beberapa tokoh lain seperti Dr. Anthony Fauci Kepala CDC Amerika Serikat yang berjibaku melawan Covid-19, dibawah tekanan Presiden Trump. Majalah Times, menilai Bilkis layak mendapat pengakuan sehingga dunia mengakui kekuatan perlawanan terhadap tirani. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.