Sabtu, 24 Oktober 20

Muslim Uighur Disiksa, 28 Organisasi China Masuk Daftar Hitam

Muslim Uighur Disiksa, 28 Organisasi China Masuk Daftar Hitam
* Aksi demo kelompok hak asasi manusia. (BBC)

Kelompok hak asasi manusia mengatakan hampir satu juta warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya ditahan di pusat-pusat detensi di Xinjiang.

Akibat terlibat penganiayaan muslim etnis Uighur, sejumlah organisasi China masuk daftar hitam.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) memasukkan 28 organisasi China ke dalam daftar hitam karena dugaan keterlibatan mereka dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Uighur di provinsi Xinjiang.

Ke-28 organisasi itu sekarang berada dalam Daftar Entitas, yang berarti mereka tidak bisa membeli produk dari perusahaan AS tanpa persetujuan dari Washington.

Organisasi yang menjadi sasaran kebijakan ini termasuk salah satu produsen peralatan pengawasan terbesar di dunia. Namun, Pemerintah China belum mengomentari keputusan AS.

Sebuah dokumen Departemen Perdagangan AS menyebutkan organisasi yang dimasukkan ke daftar hitam “terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan penganiayaan”.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan Beijing melakukan persekusi berat terhadap warga Uighur yang sebagian besar merupakan Muslim di kamp-kamp penahanan.

Tiongkok menyebut kamp-kamp tersebut “pusat pelatihan kejuruan” untuk memerangi ekstremisme.

Departemen Perdagangan AS mengumumkan keputusannya pada Senin (7/10). Ke-28 entitas ini terlibat dalam aksi pemerintah China berupa “kampanye penindasan, penahanan massal yang sewenang-wenang, dan pengawasan dengan teknologi tinggi terhadap warga Uighur, Kazakstan, dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya”, kata laporan tersebut.

Biro Keamanan Publik Provinsi Xinjiang ada dalam daftar, bersama dengan 19 lembaga pemerintah lainnya.

Hikvision, Dahua Technology, dan Megvii Technology ada di antara delapan kelompok komersial dalam Daftar Entitas. Semua perusahaan tersebut berspesialisasi dalam teknologi pengenalan wajah. Hikvision adalah salah satu produsen peralatan pengawasan terbesar di dunia.

Ini bukan pertama kalinya AS menerapkan larangan perdagangan pada organisasi China. Mei lalu, pemerintahan Trump menambahkan raksasa telekomunikasi Huawei ke Daftar Entitas karena kekhawatiran seputar keamanan produk-produknya.

Kedua negara sedang berada di tengah perang dagang, dan telah mengirim delegasi ke Washington untuk pertemuan yang membahas ketegangan tersebut pada pekan ini.

Menurut laporan pada bulan September, Gedung Putih sedang mempertimbangkan untuk menghapus daftar perusahaan-perusahaan Cina dari bursa saham AS. (*/BBC News Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.