Kamis, 16 Juli 20

Muslim Rohingya Disiksa, Malaysia Ancam Tarik Investasinya di Myanmar

Muslim Rohingya Disiksa, Malaysia Ancam Tarik Investasinya di Myanmar
* Parlemen Malaysia. (ParsToday)

Para anggota Parlemen Malaysia dalam protesnya atas kejahatan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya, mendesak perusahaan minyak Malaysia menarik investasinya dari Myanmar.

IRNA (9/11) melaporkan, 47 anggota Parlemen Malaysia yang merupakan oposan pemerintah, mendesak perusahaan minyak nasional Malaysia, Petronas untuk menarik seluruh investasinya di Myanmar selama negara ini tidak mengakui hak kewarganegaraan Muslim Rohingya.

Pembantaian luas Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, barat Myanmar oleh militer negara itu dimulai pada 25 Agustus 2017 lalu dan hingga kini telah menewaskan dan melukai ribuan orang, serta memaksa ratusan ribu lainnya mengungsi.

Sebelumnya, Menlu Malaysia, Anifah Aman, meminta pemerintah Myanmar untuk segera menyelesaikan masalah Muslim Rohingya dan menuturkan, Kuala Lumpur harus menanggung kerugian besar karena telah menampung puluhan ribu pengungsi Muslim Rohingya yang lari dari Myanmar.

Menurutnya, situasi buruk di Rakhine dapat membuka peluang yang tepat bagi meluasnya ekstremisme. Kelompok teroris Daesh, katanya, sedang berupaya mendirikan pangkalan di selatan dan tenggara Asia.

Muslim Rohingya

Desak Represi terhadap Myanmar
Ketua Keadilan Sejagat (JUST), Dr Chandra Muzaffar mendesak represi dan pembatasan lebih besar sekutu Myanmar kepada negara Asia Tenggara ini untuk mengakhiri genosida dan pembantaian Muslim Rohingya.

Seperti diberitakan IRNA, Chandra Muzaffar Rabu (20/9) mengatakan, berlanjutnya represi terhadap Myanmar melalui berbagai organisasi regional dan internasional dan penerapan sanksi terhadap Myanmar termasuk langkah optimis untuk mengakhiri kekerasan ekstrimis Budha terhadap Muslim Rohingya.

Ia menambahkan, negara-negara Muslim seperti Malaysia, Indonesia, Turki dan Republik Islam Iran yang memiliki hubungan ekonomi dan politik dengan Cina harus berusaha membujuk negara besar melakukan langkah praktis terhadap Myanmar.

Chandra Muzaffar menjelaskan, negara-negara sahabat Myanmar yang memiliki pengaruh global seperti Cina dan Amerika juga harus terlibat untuk mengakhiri kekerasan terhadap Muslim Rohingya.

Di krisis terbaru Provinsi Rakhin di Myanmar selama tiga pekan lalu sedikitnya 400 Muslim Rohingya terbunuh dan lebih dari 400 ribu lainnya mengungsi ke Bangladesh serta ribuan rumah warga Muslim dibakar. (ParsToday)

Baca Juga:

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.