Minggu, 24 Oktober 21

Muslim Mencintai Muhammad, Padahal Belum Pernah Melihat?

Muslim Mencintai Muhammad, Padahal Belum Pernah Melihat?
* Kaligrafi Muhammad. (Foto: ist)

Witing tresno jalaran soko kulino. Begitu peribahasa Jawa mengungkapkan bahwa perasaan cinta akan tumbuh karena seringnya bertemu. Ungkapan tersebut kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia menjadi Cinta tumbuh karena terbiasa. Terbiasa bertemu, terbiasa duduk bersama, terbiasa bercakap-cakap, juga beragam terbiasa lainnya.

Namun bagaimana halnya, bila ada orang yang sangat mencintai kita, padahal ia tidak pernah bertemu kita. Bahkan beda zaman sekian belas abad sebelum kita? Bisa dipastikan tentu dia adalah manusia tulus yang sangat mulia. Beliau tidak lain adalah Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan,

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَى الْمَقْبُرَةَ، فَقَالَ: “السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا” قَالُوا: “أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟” قَالَ: “أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ
Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berziarah kubur. Beliau berdoa, “Semoga keselamatan terlimpahkan kepada kalian wahai kaum mukminin. InsyaAllah kami akan menyusul kalian. Aku ingin sekali kita melihat saudara-saudara kita”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bukankah kami adalah saudara-saudaramu?”. Beliau menjawab, “Kalian adalah para sahabatku. Sedangkan saudara-saudara kita, mereka belum tiba saat ini”. (HR. Muslim.)

Dalam riwayat lain disebutkan,

إِخْوَانِي الَّذِينَ آمَنُوا بِي وَلَمْ يَرَوْنِي

“Saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman padaku, padahal mereka belum pernah melihatku”.
(HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu)

Dari sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam itu, yang tersirat ialah:

Generasi sahabat adalah kaum muslim yang hidupnya sejaman dengan Rasul.

Generasi saudara Rasul ialah kaum muslim yang tidak pernah melihat Rasul, bahkan dengan interval waktu belasan abad dengan jaman hidupnya Rasul.
(Mulia Mulyadi/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.