Sabtu, 29 Januari 22

Muslim Dibantai di Myanmar, Suu Kyi Malah ke India

Muslim Dibantai di Myanmar, Suu Kyi Malah ke India
* Aung San Suu Kyi dan Narendra Modi. (ParsToday)

Aung San Suu Kyi, Penasihat tinggi pemerintah sekaligus Menteri Luar Negeri Myanmar bertemu dengan Narendra Modi, Perdana Menteri India dan menekankan perang bersama melawan “terorisme”.

Kantor berita Xinhua (7/9) melaporkan, Penasihat tinggi pemerintah Myanmar dan PM India dalam pertemuannya di Yangon pada Rabu (6/9), mengumumkan Myanmar dan India tidak akan membiarkan “terorisme” memasuki wilayah kedua negara.

Statemen kedua pimpinan negara mayoritas Budha dan Hindu itu mencuat di saat negara bagian Rakhine, barat Myanmar sekarang telah berubah menjadi lokasi pembantaian Muslimin Rohingya oleh militer dan kelompok Buddha ekstrem negara itu. Aung San Suu Kyi sendiri sebagai pemenang hadiah Nobel perdamaian turut mendukung kejahatan kemanusiaan yang dilakukan militer Myanmar tersebut.

Sejak dimulainya serangan baru militer dan kelompok Buddha ekstrem Myanmar terhadap Muslimin Rohingya, 27 Agutus 2017 lalu, tercatat ratusan Muslim Rohingya tewas dan puluhan ribu lainnya mengungsi ke Bangladesh.

Di Kashmir, wilayah kontrol India, warga Muslimin wilayah itu yang selalu menjadi sasaran serangan pasukan India, dan sejak Juli 2016 hingga sekarang telah kehilangan 300 warganya, baru-baru ini menggelar demonstrasi memprotes persekusi pemerintah Myanmar terhadap Muslimin Rohingya.

Muslim Rohingya di India. (ParsToday)

India Bersikeras Usir Pengungsi Rohingya
Wakil pemerintah India di Pengadilan Tinggi negara itu menolak permintaan para pengacara pembela hak pengungsi Rohingya untuk menghentikan pengusiran terhadap mereka dari India.

IRNA (5/9) melaporkan, Tushar Mehta, pengacara sekaligus wakil pemerintah India di Pengadilan Tinggi negara itu mengatakan, New Delhi menuntut pengusiran para pengungsi Rohingya yang datang ke India dari negara bagian Rakhine, Myanmar.

Beberapa waktu lalu, pemerintah India menginstruksikan pemerintah daerahnya untuk mengidentifikasi para pengungsi ilegal Rohingya dan mengusirnya.

Saat ini ada sekitar 40 ribu pengungsi Rohingya di India yang lari dari penindasan dan ancaman pembunuhan militer dan kelompok Budha ekstrem Myanmar. Mereka sekarang terancam diusir dari India.

Sejak Jumat, 25 Agustus 2017, gelombang serangan militer Myanmar dan kelompok Budha ekstrem terhadap Muslimin Rohingya di negara bagian Rakhine, telah menewaskan sedikitnya 400 orang, bahkan beberapa sumber mengatakan, jumlah korban mencapai 1000 orang.

PBB mengumumkan, lebih dari 90 ribu Muslim Rohingya mengungsi, dan para aktivis kemanusiaan menuduh militer Myanmar telah melakukan kejahatan anti-kemanusiaan terhadap Muslim Rohingya.

India dikabarkan mengusir sekitar 40.000 pengungsi Muslim Rohingya dari negara itu.

IRNA (13/8) melaporkan, Kementerian Dalam Negeri India pada 13 Agustus lalu, sudah meminta pemerintah daerah untuk mengidentifikasi para pengungsi Muslim Rohingya dan mengeluarkan mereka dari wilayah India.

Padahal sebelumnya Amnesti Internasional telah memperingatkan pemerintah India soal pengusiran paksa para pengungsi Muslim Rohingya.

Serangan-serangan kelompok Buddha ekstrem Myanmar terhadap Muslimin Rohingya di Rakhine, Barat negara itu sejak Oktober 2016 sampai sekarang telah menewaskan sekitar 1000 orang dan memaksa 90.000 lainnya mengungsi.

Muslimin Rohingya tidak pernah diakui sebagai warga negara sah di Myanmar.

Sebagian besar dari mereka melarikan diri ke Bangladesh dan sebagian lain masuk ke India. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.