Jumat, 22 Oktober 21

Musik Chiptune yang Bikin Penasaran

Musik Chiptune yang Bikin Penasaran

           Yogyakarta, Obsessionnews –  Apa yang Anda ketahui mengenai musik? Kalau untuk musik yang satu ini pastinya belum semua orang mengenalnya.  Musik chiptune merupakan sebuah musik yang dibuat dari sound format yang telah disintesiskan secara real time oleh komputer atau video game sound chip. Berhubung musisi chiptune di sini awalnya tidak mengerti apa yang dimaksud chiptune itu, lantas dari perkumpulan ini mereka belajar bersama untuk mengenal dan memaknai sebuah chip suara.

Chiptune populer pada periode pertengahan 1980-an sampai akhir 1990-an, di mana pada saat itu untuk membuat musik dengan komputer hanya tersedia sound chip tersebut. Musik chiptune sendiri atau dikenal juga chipmusic, micromusic, lo-res music atau juga bisa disebut 8-bit music. Biasanya para komposer ini membuat instrumennya sendiri.

Seperti yang dijalani oleh sebuah perkumpulan penikmat musik satu ini. Ya, Yogyakarta Chiptune atau YKChiptune. Berawal dari satu sama lain tak mengenal apa arti chiptune itu sendiri. Kemudian alasan penasaran yang kuat membuat banyak peminat musik lalu ikut bergabung di sini.

“Dulunya saya memang bergabung dengan komunitas chiptune. Indonesian Ciptunes berdiri pada 2005. Sudah hampir 8 tahun berjalan. Kemudian karena saya kuliah di Yogyakarta, kenapa tidak dilanjutkan di sini saja. Akhirnya tepat 18 Juli 2010 lalu, YKChiptune tercipta,” terang Hanif Muslih, pendiri YKChiptune, kepada obsessionnews.com beberapa waktu lalu.

Komunitas ini awalnya digawangi Hanif Muslih sendiri sebagai penggeraknya untuk wilayah Yogyakarta. Kemudian diikuti tiga temannya, Sita Agung Aryani, Giffari Rifki Hidayat, dan Fajri Dwi Putranto. Selanjutnya puluhan anggota lainnya hingga saat ini masih aktif mengikuti kegiatan yang ada di YKChiptune.

Perkumpulan musisi chiptune yang berdomisili di Yogyakarta ini berkarya membuat musik layaknya karya dari sebuah band, hanya dengan menggunakan komputer, laptop atau video game saja. Bukan seperti aliran musik kebanyakan yang dibawakan, melainkan musik yang dibuat dengan frekuensi dan resolusi rendah. Chiptune kadang-kadang terdengar kasar dan menciut-ciut bagi para pendengar yang tidak biasa dengan musik tersebut, sehingga chiptune berhubungan dekat dengan musik videogame.

“Saya membuat pergerakan di Yogyakarta ini agar dapat merangkul peminat musik yang sama. Bisa juga membuat mereka yang ingin belajar agar tahu arti sebenarnya dari chiptune. Dari situ mereka belajar tekun dan serius menyukai musik dan segala jenis musik. Nantinya tidak akan salah pengertian lagi mengenai musik chiptune ini,” tutur Hanif.

Begitu pula yang dikatakan Giffari, admin YKChiptun. Awalnya ia hanya ikut menonton penampilan musik chiptune yang saat itu ada di salah satu komunitas gathering. Dan hal itu membuatnya penasaran, lalu menariknya ke dalam komunitas peminat musik satu ini. “Saat itu tahun 2010 saya diundang dalam suatu acara. Kok sepertinya menarik dan ingin belajar. Tahun 2011 saaya bergabung di sini,” ucapnya.

Tak hanya Giffari, Sita dan Fajri pun juga penasaran dengan musik chiptune ini. Mereka juga mengatakan awalnya hanya penikmat musik saja. Kemudian mencari jenis musik chiptune itu apa. Kemudian bertemu dengan YKChiptune yang pada akhir tahun 2011 juga ikut bergabung disitu.

Mengenai program-progarmnya, YKChiptune memiliki acara tersendiri perihal musik yang mereka bawakan. Beberapa rangkaian acara untuk menunjukkan eksistensinya di antaranya event Street Performance Art Chiptune Exhibition(SPACE), Greet Eat Meet and Share (GEMS), dan acara tahunan yang disebut Bit Nation.

Acara-acara tersebut juga sebagai wadah untuk menampilkan karya-karya apik para musisi chiptune baik lokal dari Yogyakarta sendiri maupun dari luar daerah. Bahkan bisa dinikmati hingga ke mancanegara. Terlebih sebagai wadah untuk berbagi ilmu dan wawasan terkait dengan chiptune.

“Sebenarnya acara rutin yang sering ada ya Bit Nation yang diadakan satu tahun sekali. Ingin sekali mengadakan acara satu atau dua bulan sekali. Tapi berhubung satu dua hal belum memungkinkan dilaksanakan. Di sini kami tidak ada batasan umur,” tukas Hanif.

Saat para musisi ini tampil dalam gigs atau konser biasanya menggunakan [konsol] game atau laptop layaknya seorang disc jokey (DJ). Tapi, tak jarang juga ada yang mengonsepkan musiknya ke dalam format band. Para musisi chiptune sering juga disebut chiptuners. “Kami bukan hanya chiptuners tapi kami adalah musisi. Kami akan terus berkarya hingga nanti saatnya kami sudah tak berdaya,” pungkasnya. (Anissa Nurul Kurniasari)

Related posts