Selasa, 26 Oktober 21

Museum Gempa 2009 Dipindahkan

Museum Gempa 2009 Dipindahkan

Padang, Obsessionnews – Mengenang tragedi gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter (SR) yang mengguncang Sumatera Barat (Sumbar) tanggal 30 September 2009, pemerintah membangun museum gempa. Peristiwa dan atau kejadian maupun korban meninggal tercatat di museum.

Kini, museum gempa itu dipindahkan ke museum Adityawarman Padang. Pemindahan ini adalah yang kedua kali. Pertama kali, berada di Jalan Mangunsarkoro dan selanjutnya dipindahkan ke gedung Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar.

Pemindahan museum gempa dari lantai dua LKAAM Sumbar ke Museum Adityawarman ditandai dengan pemotongan pita oleh Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah Sabtu (26/3). Museum gempa dipindahkan, karena pengunjung yang datang sebelumnya sepi, karena banyak tidak mengetahui letak museum.

“Pemindahan museum ini karena lokasi sebelumnya seringkali terlihat sepi dari pengunjung. Bahkan pada saat peringatan ke enam tahun gempa bumi yang meluluhlantakkan Kota Padang, pada 30 september 2009 tidak diketahui warga dimana letak museum gempa,” kata Mahyeldi, Sabtu (26/3).

Museum gempa - Padang-

Mahyeldi berharap dengan dipindahkannya museum ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung, karena berada satu gedung dengan koleksi seni dan peninggalan kebudayaan masa lalu.

“Museum ini kan sudah banyak yang tahu dan yang berkunjung juga sudah banyak. Tempatnya juga dekat dengan tugu gempa,” katanya.

Di museum gempa ini pengunjung dapat melihat foto-foto kerusakan fasilitas akibat gempa. Pengunjung juga dapat melihat pakaian korban gempa, yang masih ada bercak darahnya. Selain itu, terdapat banyak sekali koleksi buku-buku yang berkaitan dengan gempa berikut foto dan nama-nama yang menjadi korban gempa yang terjadi pada 30 September 2009.

Selain perisitiwa secara visual, pengunjung juga dapat menyaksikan video. Pemerintah berharap, museum gempa ini menjadi objek wisata edukasi karena banyak pelajaran dan makna yang terkandung. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.