Minggu, 25 Agustus 19

Muqowam: DPP IKA Undip akan Menemui Ketua MK-RI

Muqowam: DPP IKA Undip akan Menemui Ketua MK-RI
* Wakil Ketua Umum DPP IKA UNDIP Akhmad Muqowam.

Jakarta – Desakan terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Arief Hidayat mengundurkan diri dari jabatan Ketua MK RI mendapatkan response dari Dewan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (DPP IKA UNDIP) sebagai induk organisasi alumni dimana Ketua MK RI berasal, sebagaimana kita ketahui bahwa Arief Hidayat adalah alumni UNDIP.

Wakil Ketua Umum DPP IKA UNDIP Akhmad Muqowam mengatakan bahwa teguran lisan yang diberikan oleh Dewan Etik MK  kepada Arief Hidayat tidaklah proporsional bagi pihak-pihak yang mendesak mundur. “Hal ini sangat beralasan jikalau mencermati secara detail dan jernih tanpa pretensi politis terhadap apa yang dilakukan oleh Mas Arief Hidayat dan putusan Dewan Etik,” tegas Muqowam dalam siaran persnya, Senin pagi (19/2/2018).

Muqowam mengungkapkan, dirinya telah mendapatkan informasi apa adanya terhadap apa yang dilakukan oleh Arief Hidayat sebagai Keua MK RI. Bahkan menurutnya, jika memperhatikan situasi dan kondisi struktural MK RI hari ini sangat berbeda dengan MK RI sebelum Arief Hidayat menjadi Ketua. “Hal ini berimplikasi sekecil apapun yang bernuansa etik dapat menjadi obyek perkara Majelis Kehormatan MK RI untuk mengadakan Dewan Etik,” tandasnya.

Sebagaimana terinformasi ke publik bahwa persoalan yang mendera Ketua MK RI adalah soal ketebelece dan soal pertemuan di sebuah hotel dengan anggota Komisi III DPR RI. Menurut Muqowam, Dewan Etik memutuskan bahwa terhadap persoalan pertemuan Arief Hidayat mendapatkan teguran lisan, suatu tingkat sanksi yang merupakan warning bahwa hal tersebut baiknya tidak dilakukan oleh seorang Hakim MK.

“Namun, apa yang dilakukan oleh Mas Arief Hidayat pun sesungguhnya sudah mendapatkan ijin dari Dewan Etik secara lesan, karena itu dilakukan untuk mengatur teknis penjadwalan atas akan adanya feet proper test Hakim MK di Komisi III DPR RI, bahkan pertemuan tersebutpun dilakukan secara terbuka, dihadiri banyak orang, baik anggota  DPR maupun Sekretariat Komisi III. Tidak ada yang rahasia, apalagi ada deal politik,” sambungnya.

Ia pun menilai, situasi menjadi menarik ketika banyak pihak yang memberikan komentar, terlebih mendesak Arief Hidayat untuk mundur. Muqowam menganggap, kecenderungan desakan untuk mundur tersebut merupakan sesuatu yang tidak proporsional dan cenderung politis. Bahkan, mungkin ada kepentingan pihak yang menghendaki orangnya menjadi Ketua MK. “Saya tidak tahu siapa yang dimaksud, itu barangkali saja,” paparnya.

Atas apa yang terjadi dengan Arief Hidayat, lanjut dia, DPP IKA UNDIP tentu tidak boleh diam dan DPP IKA UNDIP akan mengadakan pertemuan dengan Arief Hidayat. Sebagai wadah alumni UNDIP, sangatlah wajar mengapresiasi Arief Hodayat. “Syukur-syukur bisa membantu, mendukung dan mengkomunikasikan kepada berbagai pihak, sehingga pihak-pihak tersebut dapat mensikapi tidak berlebihan terhadap persoalan Mas Arief Hidayat, menghindari kegaduhan di Republik ini,” tuturnya.

Muqowam menambahkan, pertemuan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat, sebab di tingkat DPP IKA UNDIP perihal Arief Hidayat sempat menjadi  agenda pembicaraan yang perlu difollowup. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.