Rabu, 15 Juli 20

Muncul Desakan, Evaluasi Keterlibatan PAN di Koalisi Merah Putih

Muncul Desakan, Evaluasi  Keterlibatan PAN di Koalisi Merah Putih

Jakarta – Nampaknya, siasat manuver yang dilakukan kubu partai politik di Koalisi Merah Putih (KMP) pro Prabowo-Hatta, mendapat sorotand air berbagai pihak. Kali ini, Kaukus Muda PAN (Partrai Amanat Nasional) yang terdiri dari kelompok kader muda PAN menyatakan kecewa dengan format keterlibatan PAN pimpinan Hatta Rajasa dalam Koalisi Merah Putih. Oleh karea itu, mereka pun mendesak DPP PAN untuk sesegera mungkin mengevaluasi total keterlibatan PAN di Koalisi Merah Putih.

“Apabila PAN tidak merubah pola keterlibannya di Koalisi Merah Putih, maka keterlibatan PAN di KMP hanya sia-sia dan tidak memberikan konstribusi apa-apa khususnya terhadap kehidupan politik Indonesia yang lebih baik,  umumnya terhadap kehidupan masyarakat,” tegas Jurubicara Kaukus Muda PAN, Delianur Hasba, dalam pernyataan sikapnay yang dikirimkan ke redaksi Obsession News, Senin (6/10/2014).

Hasba menyatakan, Kaukus Muda PAN setidaknya menyodorkan dua hal yang mesti dievaluasi dari keterlibatan PAN di Koalisi Merah Putih. Pertama adalah peran PAN di KMP yang mesti lebih proaktif dan agresif dan yang kedua substansi dari pilihan PAN berada di luar pemerintah sebagai kekuatan penyeimbang.

“Kader-kader PAN di KMP mestinya bisa berperan lebih proaktif dan agresif. PAN jangan hanya menjadi stempel politik dari setiap keputusan politik yang diambil KMP. Kejadian memprihatinkan misalnya terlihat pada saat pemilihan pimpinan DPR. Mestinya PAN tidak hanya puas dengan menempatkan kadernya sebagai salah satu pimpinan DPR-RI. PAN juga harus berperan lebih aktif untuk ikut menentukan formasi pimpinan DPR  secara keseluruhan sehingga tidak terpilih unsur pimpinan yang dikeragui integritasnya sehingga menimbulkan sinisme publik,” tandasnya.

Karena tidak proaktif jugalah, lanjut dia, sehingga Ketua MPP PAN Amien Rais menjadi terlibat langsung dalam lobi-lobi teknis di KMP. Menurut Kaukus Muda PAN bila elite PAN bisa lebih proaktif dalam perannya di KMP, maka PAN bisa mendudukan kembali Pak Amien Rais dalam posisinya sebagai penasihat dan tempat kembali partai secara keseluruhan. Sebagaimana yang pernah diungkapkan Rusli Hakim, salah satu anggota Kaukus Muda PAN, sebelumnya bahwa Pak Amien Rais pastinya akan bangga bila kader-kader PAN yang lebih muda bisa berperan lebih aktif,” paparnya.

Hal lain yang perlu di evaluasi, tegas Hasba, adalah substansi PAN bergabung di KMP. “Menurut Kaukus Muda PAN inti keterlibatan PAN di KMP adalah untuk menjadi kekuatan penyeimbang terhadap pemerintahan Jokowi-JK bukan untuk menyalurkan dendam politik pasca kekalahan di Pilpres. PAN berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang bukan untuk menjegal pemerintahan Jokowi-JK,” terangnya.
“Spirit ini perlu digaris bawahi lebih tebal sehingga langkah politik PAN ke depan tidak hanya sekedar berbeda atau tidak setuju dengan kebijakan Jokowi-JK. Bila KMP hanya ingin jegal menjegal pemerintahan yang ada serta menjadi saluran dendam politik pasca pilpres, maka PAN lebih baik pamit dari KMP dan menjadi kekuatan check and balances bagi pemerintahan yang ada tanpa harus terlibat di KMP,” jelasnya pula.

Kaukus Muda PAN sendiri adalah kader-kader muda PAN yang menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP PAN dan Ketua Organisasi Otonom PAN yakni, Rusli Halim Fadli ( Ketua Umum DPP PARRA /Penegak Amanat Reformasi Rakyat  yang juga Mantan Ketum DPP IMM), M Rodli Kaelani (Ketua Umum DPP PANDU yang juga Mantan Ketua Umum PB PMII, Rahmat Kardi (Mantan Ketum GPII), Delianur (Mantan Ketum PB PII), Taufik Amrullah (Mantan Ketum PP KAMMI) dan Kuntum Khairu Basa (Ketua Umum DPP Garda Muda Nasional). (Pur)

 

Related posts