Sabtu, 16 Oktober 21

Munas KAHMI dan Kepentingan Istana

Munas KAHMI dan Kepentingan Istana

Oleh: Don Zakiyamani, Ketua Umum Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI)

 

Isu money politics dalam munas KAHMI sebenarnya bukan hal aneh. Sebabnya, komposisi Presidium KAHMI didominasi politisi yang memiliki kepentingan pemilu 2019. Ada desakan agar dewan etik KAHMI melakukan tindakan tegas terkait kasus jual beli suara dalam munas KAHMI di Medan.

Suara kecil tersebut tampaknya tak didengar atau kurang nyaring bahkan dianggap angin lalu. Kalaulah isu itu benar adanya dan tidak ada tindakan nyata, setidaknya dalam hal ini Saut Situmorang ada benarnya walaupun tak 100 persen benar. Harus ditelusuri apakah ada uang istana yang mempengaruhi hasil munas KAHMI di Medan.

Bila dibiarkan tanpa klarifikasi dari pihak KAHMI, maka isu money politics akan terus jadi masa kelam KAHMI dan tingkat kepercayaan publik akan terus memudar. Dampaknya bukan hanya pada KAHMI akan tetapi akan jadi beban HMI di kampus-kampus. HMI akan dianggap organisasi penghasil korupsi dan kolusi. Tentu saja hal ini bertentangan dengan cita-cita pahlawan nasional sekaligus pendiri HMI, Lafran Pane.

Nilai-nilai Islam yang selalu dikampanyekan Lafran Pane tidak terbatas waktu dan jarak, tidak terbatas seberapa tinggi dan rendah jabatan seorang kader dipemerintahan. Itulah mengapa KAHMI harus berani jujur, segera lakukan pembersihan KAHMI dari agen istana, agen Asing, agen kapitalisme, serta kelompok yang ingin menunggangi KAHMI dalam momen politik 2019.

Memang tak pantas bagi siapapun memberi masukan pada KAHMI yang diisi orang-orang hebat. Organisasi yang diisi kalangan akademisi, pengusaha, politisi, dan beragama profesi namun kritikan ini bukan soal pantas atau tidak namun soal moral. Integritas seseorang tidak bergantung dari seberapa banyak jabatan melekat, seberapa banyak uang direkening, akan tetapi soal istiqomah.

Mahalnya sebuah istiqomah, tak ada dijual dimanapun, saat itulah kita butuh kritikan agar selalu berada dijalan yang benar. Kritikan jangan dipahami sebagai ujaran kebencian akan tetapi nasehat yang sedikit pedas dan tegas. Bila KAHMI hanya jadi tunggangan politisi, maka sebaiknya KAHMI dibubarkan saja. Harusnya KAHMI yang menjadi motor perubahan bukan menjadi tunggangan, boneka, dari uang dan jabatan.

Menjaga marwah lembaga itu penting, maka “sampah” yang mengotori KAHMI harus disingkirkan segera. Dewan Etik jangan kebanyakan retorika dan masuk angin, kalau memang dewan etik tidak bertindak maka publik akan menilai bahwa anda terlibat didalam konspirasi money politics munas KAHMI. (***)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.