Minggu, 8 Desember 19

Munas Golkar Dijadikan Lahan Bisnis Cari Duit

Munas Golkar Dijadikan Lahan Bisnis Cari Duit
* Bambang Soesatyo (kiri) dan Ade Komarudin.

Jakarta, Obsessionnews – Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo, Anggota Tim Sukses calon ketua umum Partai Golkar Ade Komarudin menilai, musyawarah nasional (munas) Golkar sudah dijadikan sebagai lahan bisnis oleh sekelompok orang. Menyusul wacana sumbangan wajib bagi setiap calon ketua umum.

“Ini pertama kali terjadi dalam sejarah berdirinya Golkar,” ungkap Bambang dalam pesan singkatnya, Kamis (14/4/2016).

Tidak tanggung-tanggung, setiap calon ketua umum diminta menyumbang Rp 20 miliar. Menurut Bambang, penyelenggara munas sama saja bukan panitia, tapi event organizer. Munaslub dijadikan layaknya ‎panggung konser.

“Tiket masuknya dijual bagi yang berminat menjadi peserta. Katakanlah peserta munas adalah yang memiliki suara sebagaimana tercatat di DPP Partai Golkar, yaitu 568 dikali per lembar tiket masuk Rp 50 juta bisa dapat kurang lebih Rp 30 miliar,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPR ini mengatakan, syarat sumbangan Rp 20 miliar diangap tidak logis. Sebab, Munas Golkar tidak pernah menghabiskan uang lebih dari Rp 20 miliar. “Munas 2014 di Bali cuman habis 10 miliar, pantia juga banyak untung,” jelasnya. ‎(Albar, @aal_albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.