Selasa, 7 Juli 20

Muliaman D. Hadad Antar OJK Raih Banyak Apresiasi

Muliaman D. Hadad Antar OJK Raih Banyak Apresiasi
* Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad.

Eksistensi Muliaman Darmansyah Hadad sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, telah mengantarkan lembaga itu mendapatkan apresiasi yang positif. Sebut saja kemampuan dalam meningkatkan kinerja di industri pasar modal Indonesia yang telah menorehkan kesuksesan pada 2016 lalu dengan peningkatan IHSG 15,32 persen (year to date) dan ditutup di level 5.296,7.

Keberhasilan OJK di bawah kepemimpinan Muliaman, begitu ia kerap disapa, juga terlihat dalam memajukan ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) di bawah program integrasi ekonomi ASEAN. Maka tak ayal, ia pun diganjar penghargaan “Distinguished Alumni Award 2016” dari Universitas Monash Australia atas kontribusi signifikan yang diberikannya selama ini dalam perkembangan Sektor Jasa Keuangan di Indonesia.

Hasil kerja nyata Muliaman di OJK sejak dipercaya mengelola OJK pada 2012 lalu pun berhasil mengantarkannya meraih banyak apresiasi. Di antaranya Pada Mei 2016 lalu, ia meraih penghargaan Global Good Governance (3G) untuk kategori Government and Politics-Civil Service Award dari Cambridge IF Analytica.

Penghargaan itu diberikan karena ia dinilai telah menjadi inspirasi dalam upaya menjunjung tinggi aspek profesionalisme dan mendorong penerapan tata kelola yang baik pada area pelayanan publik. Ia juga terpilih sebagai salah seorang dari 71 Tokoh Berpengaruh di Indonesia 2016 dari Majalah Men’s Obsession.

Pria yang aktif berorganisasi ini mengungkapkan, penghargaan tersebut tidak hanya pengakuan untuk kerja pribadinya, tetapi juga merupakan pengakuan atas komitmen kuat OJK dalam meningkatkan praktik good governance di Indonesia.

Menurut Muliaman, keberhasilan suatu perusahaan tidak semata-mata berdasarkan prestasi kinerja keuangannya saja, tetapi juga implementasi dari good governance. “Fokus OJK pada penerapan governance ini sama intensifnya dengan fokus OJK pada penguatan aspek keuangan,” tegasnya.

Muliaman terus mengembangkan berbagai inisiatif dan pengaturan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik di Indonesia yang telah menjadi prioritas utama OJK. Praktik tata kelola perusahaan yang terus disempurnakan akan memberi banyak keuntungan bagi perusahaan di Indonesia, termasuk peningkatan daya saing, peningkatan kepercayaan investor dan mengurangi biaya modal.

Ya, kinerja cemerlang secara konsisten dilakukan OJK, lihat saja beberapa materi program dan pencapaian OJK sepanjang tahun 2016 baik dalam upaya mendukung stabilitas sektor jasa keuangan, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan melindungi kepentingan konsumen.

Sejumlah program strategis sudah digagas. Antara lain, Asuransi Usaha Tani Padi, Asuransi Penyingkiran Kerangka Kapal, Asuransi Nelayan, Tarif Premi Asuransi, 10 juta agen berlisensi, kapasitas asuransi dan reasuransi.

OJK juga telah meluncurkan aplikasi Sistem Elektronik Perizinan dan Registrasi (Sprint) Bancassurance untuk mendukung proses perizinan terintegrasi antara sektor perbankan dan sektor IKNB. OJK berkomitmen penanganan bancassurance cukup dalam 19 hari kerja dari sebelumnya 101 hari kerja.

Di bidang pengaturan, OJK telah menerbitkan 77 Peraturan OJK (POJK) dan 53 Surat Edaran OJK (SEOJK). “Dari 77 POJK yang terbit, 26 POJK mengatur sektor Perbankan, 31 POJK mengatur sektor Pasar Modal, 18 POJK yang mengatur sektor IKNB, 1 POJK yang mengatur aspek edukasi dan perlindungan konsumen dan 1 POJK yang mengatur layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi/FinTech Lending,” papar Muliaman.
POJK-POJK yang diterbitkan tersebut, sambung Muliaman, antara lain mengatur Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank, Prinsip Kehati-Hatian Dalam Melaksanakan Kegiatan Structured Product Bagi Bank Umum, Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, Dana Perlindungan Pemodal, Usaha Pergadaian dan Penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah, serta Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan untuk Konsumen dan/atau Masyarakat.

Peraturan yang diterbitkan, lanjut Muliaman, tak hanya mengatur Sektor Jasa Keuangan, namun juga mendukung program pemerintah. Pria kelahiran Bekasi tahun 1960 ini, pun berhasil mengawal berjalannya dana repatriasi dari pengampunan pajak (tax amnesty) bersama Polri dan Ditjen Pajak.

Dalam mendukung pelaksanaan Tax Amnesty, OJK menerbitkan dua POJK yaitu POJK No. 25/POJK.03/2016 tentang Perubahan atas POJK Nomor 27/POJK.03/2015 tentang Kegiatan Usaha Bank berupa Penitipan dengan Pengelolaan (Trust) dan POJK Nomor 26/POJK.04/2016 tentang Produk Investasi Di Bidang Pasar Modal Dalam Rangka Mendukung Undang-Undang Tentang Pengampunan Pajak.

Menyikapi kebijakan tax amnesty, Muliaman optimis perekonomian Indonesia akan semakin tumbuh lebih baik. Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di posisi 4,9% – 5,2%, didukung pertumbuhan kredit Indonesia di kisaran 10% -12%.

Sebelumnya, Pada 2015, OJK di bawah kepemimpinannya telah melaksanakan berbagai program strategis, terutama dalam rangka meningkatkan kontribusi Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) pada sektor prioritas pembangunan nasional dan program peningkatan kualitas layanan kepada pelaku IKNB.

Berbagai program itu antara lain penetapan 34 Peraturan di bidang IKNB, optimalisasi kapasitas asuransi dan reasuransi dalam negeri, mendorong ketersediaan produk asuransi untuk mendukung pertumbuhan sektor riil dan program pemerintah, penyempurnaan proses bisnis perizinan (e-licensing) dan perizinan terintegrasi, pokja pembiayaan berorientasi ekspor dan ekonomi kreatif, pokja pembiayaan kemaritiman, sinergi IKNB dengan Koperasi, hingga pendirian Indonesia Investment Club.

Muliaman memperoleh gelar Sarjana Ekonomi S1 Jurusan Studi Pembangunan (1984) sebagai lulusan tercepat di angkatannya. Selanjutnya, ia mengambil pendidikan S2 di John F Kennedy School of Goverment, Harvard University, AS, setelah mendapatkan Master of Public Administration pada tahun 1990. Pada tahun 1996, meraih gelar Doctor of Philosophy dari Faculty of Bussines and Economics, Monash University Australia.

Muliaman menyabet  penghargaan “Best Executive 2017” di ajang Obsession Awards 2017 yang digelar di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/3/2017). Selain dia, yang juga mendapat penghargaan kategori tersebut adalah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti,  Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Giattri F.P)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.