Sabtu, 28 Mei 22

Mulai 1 Oktober Para Ustad di Bandung Ceramah di Bis Kota

Mulai 1 Oktober Para Ustad di Bandung Ceramah di Bis Kota

Bandung,  Obsessionnews.com -Berbagai program mengenai keagamaan telah digulirkan oleh Pemerintah Kota Bandung, seperti gerakan magrib mengaji, dakwah di bus kota, dan gerakan ayo bayar zakat.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kasubag Sosial Keagamaan Bagian Kesra Setda Kota Bandung H. Latief, saat acara Bandung Menjawab, di ruang media, Jumat (12/8/16).

Latief menjelaskan untuk gerakan dakwah di dalam bus kota rencananya, akan dimulai pada 1 Muharram 1438 H atau 2 Oktober 2016.

“Bus kota yang akan di isi oleh pendakwah hanya bus Damri saja,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, setiap rute bus damri akan diisi oleh beberapa penceramah, dengan memberikan materi satu kali keberangkatan.

“Materi yang nantinya diberikan lebih ke akhlaqul karimah, muamallah dan lain sebagainya,” uajrnya.

Tujuan dari dakwah di bus itu sendiri menurut latief untuk mengisi waktu daripada penumpang itu melamun, main hp, maka lebih baik mendengarkan ceramah untuk membina mental dan menambah ilmu.

Latief menambahkan beberapa waktu lalu beliau telah melakukan rapat dengan kementerian agama Kota Bandung, perwakilan MUI, perwakilan Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung.

Mereka berharap pada pihak-pihak terkait agar bersedia membantu dalam melaksanakan program Wali Kota Bandung.

“Mudah-mudahan masyarakat Bandung dapat mendukung, dan insya Allah ini demi kebaikan Kota Bandung sendiri,” harapnya.

GERAKAN MAGRIB MENGAJI
Program Magrib mengaji diluncurkan pertama kali oleh Wali Kota Bandung pada bulan April 2016 tepatnya tanggal 29. Program ini sudah berjalan lebih dari tiga bulan, dan berjalan secara efektif.

Latief menuturkan program magrib mengaji sudah bagus dan grafiknya naik secara signifikan.

“ Setiap kecamatan sudah melaporkan bahwa di kecamatan masing-masing program ini sudah berjalan dengan baik,” jelasnya.

Dikatakannya juga, saat ini di mesjid-mesjid banyak anak-anak yang mengaji tidak seperti dahulu, sebelum digulirkannya program tersebut. Latief mencontohkan, di mesjid dekat rumahnya, biasanya anak yang mengaji seusai magrib hanya sekitar 10 orang tapi saat ini bisa mencapai 100 orang.

Lebih lanjut dikatakannya, personil prograsm magrib mengaji sudah berkeliling ke banyak mesjid yang ada di Kota Bandung. “Di Bandung sendiri ada 4000 mesjid, namun kita baru keliling ke 2000 mesjid atau setengahnya dulu supaya efektif,” jelas Latief.

AYO BAYAR ZAKAT
Latief melaporkan bahwa zakat yang sudah terkumpul dari zakat profesi selama satu tahun mencapai 4 milyar.

“Zakat tersebut merupakan hasil dari aparatur Pemkot Bandung saja. Uangnya langsung masuk ke Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung. Sistemnya sudah langsung dipotong secara otomatis oleh bendahara sebanyak 2,5%,” jelas Latief.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Baznas Sudah membuat surat edaran tembusan Wali Kota Bandung untuk BUMN dan perusahaan swasta di Kota Bandung agar ikut serta mendukung program Ayo Bayar Zakat. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.