Kamis, 12 Desember 19

MUI: Ucapan Sukmawati Menyinggung Perasaan Umat Islam

MUI: Ucapan Sukmawati Menyinggung Perasaan Umat Islam
* Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. (Foto: Kiblat Net)

Jakarta, Obsessionnews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan ucapan kontroversi yang dilontarkan Sukmawati Soekarnoputri karena telah membandingkan Nabi Muhammad dengan sang proklamator Sukarno. Bagi MUI ucapan Sukmawati telah menyingung hati umat Islam.

 

Baca juga:

Sukmawati Soekarnoputri Didesak Segera Minta Maaf Kepada Umat Islam

Walau Sukmawati Soekarnoputri Minta Maaf, Polri Wajib Teruskan Proses Hukumnya

Wapres Ingatkan Sukmawati Tidak Bicara Aneh-aneh

 

“Pernyataan yang disampaikan Bu Sukma telah menyinggung hati dan perasaan umat Islam,” kata Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas di kantornya, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Meski kecewa dengan ucapan Sukmawati, MUI tetap meminta masyarakat tenang tidak melakukan tindakan yang anarkis. Jika ada yang tidak puas, masyarakat bisa menempuhnya ke jalur hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Agar masalah ini tidak melebar ke mana mana dan tidak mengganggu keamanan dan stabilitas dalam negeri,” kata dia.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang viral di media sosial, Sukmawati tampak berdiri di atas mimbar dan berbicara menggunakan pengeras suara. Berikut cuplikan ucapannya:

“Mana lebih bagus Pancasila sama Al Quran? Gitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini,” ujar Sukmawati Soekarnoputri.

Akibat pernyataannya dalam video tersebut, Sukmawati dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya atas dugaan tindak pidana penistaan agama.

Sukma membantah berniat menista Nabi Muhammad SAW. Putri Presiden Soekarno itu mengatakan, ucapannya yang membandingkan Muhammad dengan ayahnya itu dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Saya kan hanya bertanya, konteksnya sama sejarah Indonesia dalam kemerdekaan, masak begitu saja jadi masalah?” ujar Sukmawati. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.