Kamis, 9 Desember 21

MUI Subang: Jangan Asal Blokir Situs Islam!

MUI Subang: Jangan Asal Blokir Situs Islam!
* Ketua MUI Kab Subang Al Musa Mutaqin

Subang, Obsessionnews – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Subang menilai, pemblokiran situs bernafas Islam yang dinilai menyebarkan faham radikal hendaknya dilakukan dengan pemilahan yang jelas. Karena, menurut Ketua MUI Subang KH Musa Mutaqien, tidak semua situs Islam memuat faham radikal.

“Pemilahannya harus selektif. Radikalismenya itu seperti apa?” ujarnya kepada Obsessionnews.com via telepon seluler, Rabu (1/4/2015).

Musa menuturkan, dengan pemilahan yang selektif dan baik kalaupun harus diblokir, bisa lebih tepat. “Supaya situs yang benar-benar beramar ma’ruf nahi munkar tidak diblokir!” serunya.

Untuk itu, tegas dia, perlu ada komunikasi masukan dari para ulama yang berkompeten supaya yang diblokir benar-benar yang menyimpang. Bisa dilakukan dialog dengan organisasi. “Di sana ‘kan banyak profesor-profesor yang sangat faham,” ujarnya.

Ia pun menilai, tidak semua orang orang di BNPT atau Kominfo itu faham betul tentang Islam. “Maaf saja, saya rasa tidak semua BNPT dan Kominfo memahami Islam. Maka dari itu perlu ada dialog (dalam menetapkan kriteria),” tegas Ketua MUI Subang.

Salah satu kriterianya, jelas dia, ialah untuk mencegah penyebaran radikalisme pro Islamic State of Iraaq and Syiria (ISIS) yang kini tengah menjadi isu internasional.

Lagipula, lanjut Musa, dalam Islam tidak ada ajaran radikalisme keras seperti yang ditunjukkan Organisasi ISIS. Mereka itu kejam terhadap yang beda dengan mereka. “Radikalisme (seperti ISIS) tidak ada dalam Islam,” tandasnya.

Pemblokiran yang tidak selektif, menurut Musa, akan membawa dampak pada pencari referensi studi Islam yang sering mencari sumber-sumber melalui online. “Kasihan sama yang (nyusun) skripisi. Sekarang mereka umumnya lebih buka situs (internet) ketimbang baca buku,” ujarnya lagi. Referensi Islam di internet itu banyak dan bagus.

Oki Rosgani
Oki Rosgani

Sementara menurut praktisi Teknologi Informasi (TI) Subang, Oki Rosgani mengaku, dirinya mendapatkan kabar bahwa pihak Pemerintah dalam hal ini Kominfo tidak mengetahui secara pasti konten yang diblokir. “Pernah ditanya oleh praktisi seperti Ono Purbo, ternyata jawaban dari mereka itu tidak membaca situsnya. Jadi tidak dilakukan telaah lebih dalam,” jelas Oki.

Tindakan yang dilakukan oleh Kominfo, lanjut Oki sangat gegabah karena akan melahirkan stigma pada salah satu agama.

“Gegabah. Sangat gegabah. Apalagi (menyangkut) sebuah agama saya khawatir akan lebih melebar bahwa kominfo itu akan menyudutkan sebuah agama,” ungkapnya. “Harus ada penialian dan ditelaah lebih mendalam.”

Oki menambahkan, internet itu dunia yang sangat luas tentunya ada sisi positif dan negatif. Situs negatif itu lawannya situs positif. Kalaupun menutup boleh tetapi harus ada penelaahan lebih mendalam dan konprehensif.

“Internet itu dunia anonymous siapa saja bisa jadi siapa pun. Untuk menghadapinya perlu dilakukan secara cerdas. Lebih baik kita buat saja ‘lawannya’ lebih banyak. Ibaratnya kita membuat kopi. Supaya kopi itu tidak hitam ya kita tambah saja air lebih banyak supaya tidak terlalu hitam,” jelasnya berumpama. (Teddy Widara)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.