Selasa, 4 Oktober 22

MUI Gelar Peringatan Akbar Tahun Baru Islam, FPI Tak Diundang?

MUI Gelar Peringatan Akbar Tahun Baru Islam, FPI Tak Diundang?

Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berencana menggelar acara akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1436 Hijriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta pada 26 Oktober 2014 pukul 08.00 WIB.

Ketua Umum MUI Prof Din Syamsuddin mengatakan, acara tersebut akan dihadiri oleh seluruh umat muslim khususnya yang ada di Jabodetabek. Untuk itu, ia mengundang Ormas Islam, dan juga lembaga pendidikan berbasis Islam untuk bersedia mengerahkan anggotanya memadati area stadion.

Banyak Ormas Islam yang hadir dalam acara jumpa pers yang digelar oleh MUI, Selasa (14/10/2014). Diantaranya ada Serikat Islam (SI), GP Anshor, Ikatan Pelajar Pemuda Nahdlatul Ulama (IPPNU), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hizbut Tahrir, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan sebagainya.

Adapun, Ormas dari Front Pembela Islam (FPI) tidak hadir dalam acara tersebut, saat dikonfirmasi apakah MUI akan juga akan mengundang FPI dalam peringatan 1 Muharram tersebut, Din seolah tidak mau memberi kepastian.  “Kalau itu nanti lah tergantung panitia,” kilah Din dalam juumpa pers tersebut.

Jawaban Din seolah tidak mau memberi kepastian bahwa FPI akan hadir dalam acara tersebut. Pasalnya, saat ditanya mengenai pengamanan, Din juga mengatakan tidak akan melibatkan Polri cukup diambil dari pasukan keamanan khusus dari Ormas Islam. Namun saat ditanya apakah FPI terlibat dalam pengamanan tersebut. “Saya kira nanti dulu masih ada yang lain,” kilah Din pula.

Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah ini berharap, acara peringatan tahun baru Islam akan berjalan dengan sukses dan meriah. Din ingin menjadikan moment ini sebagai kebangkitan umat Islam di Indonesia, dan akan terus berlangsung untuk tahun-tahun selanjutnya. Ia merasa sedih jika peringatan tahun baru Islam selalu kalah meriah dengan peringatan tahun baru masehi.

“Selama ini ada ironi bahwa Tahun Baru Hijriah di negeri yang mayoritas memeluk Islam kurang diperingati meriah. Masih kalah dengan tahun baru masehi atau tahun baru cina,” terangnya.

‎Din juga menambahkan, bagi masyarakat yang ingin mengikuti acara tersebut, diharuskan untuk memakai baju bernuansa putih. Rencananya MUI juga akan mengundang presiden terpilih Joko Widodo untuk memberikan sambutan.

Selain itu acara juga akan dimeriahkan oleh pertunjukan bela diri dari pencak silat Islam yakni Tapak Suci dan Pagar Nusa, kemudian parade terjun payung dari TNI, serta artis pendukung seperti Rico Ceper, Cici Tegal, serta Grup Band D’Masiv dan Wali dengan iringan komposer Dwiki Dermawan. (Abn)

 

Related posts