Minggu, 17 Januari 21

MUI: Ahok Pemicu Konflik Harmonisasi Umat Beragama

MUI: Ahok Pemicu Konflik Harmonisasi Umat Beragama
* Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Zainut Tauhid Sa'adi.

Jakarta, Obsessionnews.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pemicu konflik kerukunan antar umat beragama. Ahok memasuki wilayah yang sangat sensitif, yakni menghina kitab suci umat Islam, yakni Al-Quran.

Ucapannya yang menyinggung tentang Al-Quran surat Al Maidah 51 tersebut membuat umat Islam marah dan mengadukan Ahok ke polisi. Selain itu berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam menggelar aksi besar-besaran pada Jumat, 4 November 2016, menuntut Ahok ditangkap dan diproses secara hukum.

Wakil Ketua Umum MUI Pusat Zainut Tauhid Sa’adi mendesak Polri secepatnya memproses Ahok secara hukum.

“Kita tidak ingin NKRI tercabik-cabik. Oleh karena itu Polri harus cepat memproses kasus Basuki, karena ucapannya mengganggu harmonisasi umat beragama,” kata Zainud dalam acara Indonesia Lawyers Club  yang bertema ” Setelah 411 ” di TV One mala mini, Selasa (8/11).

Zainud mengimbau umat Islam jangan main hakim sendiri, dan mempercayakan kasus Ahok untuk diproses secara hukum.

Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku

Al Quran surat Al Kafirun ayat 6 berbunyi: Lakum Diinukum wa Liya Diin. Artinya, untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.

Surat Al Kafirun ayat 6 itu dapat ditafsirkan seseorang tidak perlu ikut campur agama yang dianut orang lain. Jika ikut campur, maka akan terjadi konflik. Masalah agama memang masalah yang sensitif.

https://www.youtube.com/watch?v=MchL1Lip2q8

Ahok tidak menyadari betapa pekanya mencampuri urusan agama lain. Ahok yang beragama Kristen Protestan membuat umat Islam marah ketika ia menyinggung soal Al Quran surat Al Maidah ayat 51 di sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016. Ketika itu calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 itu antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pernyataan sikapnya yang diteken Ketua Umum Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas pada Selasa (11/10), menyebut perkataan Ahok dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang berkonsekuensi hukum.

Sehari sebelumnya Ahok meminta maaf kepada umat Islam. “Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Senin (10/10).

Unjuk Rasa Terbesar Pasca Reformasi

Lebih dari sejuta orang berdemonstrasi bela Islam di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (4/11). Mereka menuntut Ahok ditangkap dan dipenjara. Aksi unjuk rasa itu menurut Direktur Lembaga Survei Indonesia (LSI) merupakan yang terbesar di Indonesia pasca reformasi.

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menjanjikan proses penyelidikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok akan selesai dalam dua minggu ke depan. Hal itu ditegaskan JK usai menggelar pertemuan dengan perwakilan peserta unjuk rasa di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (4/11).

Kalla ditemani sejumlah menteri, di antaranya Menkopolhukkam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, Kapolri Jenderal Tito Karnavian serta Mensesneg Pratikno.

Dalam keterangan pers yang berjalan singkat, JK ditemani empat orang perwakilan pengunjuk rasa.

“Kesimpulannya ialah dalam soal Ahok, kita akan tegakkan hukum yang tegas dan cepat,” kata JKa.

Kalla melanjutkan,”Dan oleh Kapolri dijanjikan selesai dalam dua minggu, pelaksanaan hukum yang cepat itu, sehingga sesuai aturan dan tegas.” (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Status Tersangka Akan Lindungi Ahok dari Hukum Jalanan

Jadi Tersangka, Ahok Tidak Punya Kartu As Jokowi

Ahok Cengar-Cengir Nonton Demo di TV

Ini Kasus-kasus Penistaan Agama Islam di Indonesia

Tangkap Ahok Si Penista Agama Islam

(@arif_rhakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.