Senin, 22 Juli 19

Muhammadiyah-China Jajaki Kerja Sama di Bidang Agama dan Pendidikan

Muhammadiyah-China Jajaki Kerja Sama di Bidang Agama dan Pendidikan
* Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir diterima Rektor Universitas Tsinghua Beijing, Prof. YANG Bin. Universitas ini berdiri setahun sebelum Muhammadiyah, 1911. Semua Presiden China lulusan dari universitas ini. (Foto: Twitter @HaedarNS)

Beijing, Obsessionnews.com – Menteri Urusan Administrasi Agama Republik Rakyat China Wang Zuo An menyampaikan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan Persyarikatan Muhammadiyah di bidang agama dan pendidikan.

Hal ini diungkapkan oleh Wang Zuo An saat menerima kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir beserta rombongan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di gedung tua Kantor Urusan Agama China di Beijing, Selasa (12/9/2018) siang.

“Saya merasa terhormat bisa bertemu dan berdiskusi dengan Ketua Umum dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebab saya masih ingat ketika berkunjung ke Jakarta tahun 2010, saya melihat bagaimana kondisi keagamaan di Indonesia begitu damai dan harmoni. Saya ingin kondisi ini, bisa tercipta di negeri kami (Tiongkok). Apalagi Muhammadiyah adalah organisasi kemasyarakatan yang memiliki andil besar dalam hal ini,” tutur Wang Zuo seperti dikutip Obsessionnews.com  dari website resmi Muhammadiyah, Kamis (13/9).

Wang Zuo mengaku sangat tertarik untuk dapat menjalin kerja sama dalam program keagamaan dan pendidikan dengan Muhammadiyah.

Menanggapi keinginan tersebut Haedar Nashir merespons secara positif. Ia mengatakan, Muhammadiyah sangat terbuka untuk kerja sama dalam bidang keagamaan. Muhammadiyah berpengalaman yang panjang dalam membangun tradisi keagamaan dan mengelola ibadah haji.

“Insya Allah, kami terbuka untuk bekerja sama dalam bidang keagamaan tersebut,” tutur Haedar.

Di samping itu Haedar juga mengajak adanya kerja sama dalam dunia pendidikan. Sebab Muhammadiyah memiliki 170 lebih perguruan tinggi yang bisa dilakukan kerja sama dengan lembaga pendidikan di China.

“Selain soal keagamaan, Muhammadiyah terbuka untuk bekerja sama dalam urusan pendidikan. Walaupun saat ini sudah ada beberapa mahasiswa Muhammadiyah maupun China yang saling belajar di Indonesia dan China, namun ini bisa diperkuat dengan tambahan berbagai program,” kata Haedar.

Sementara itu Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Tohari mendorong dan mengusulkan juga agar adanya lembaga pendidikan bersama untuk memperkuat pengetahuan keagamaan dan umum.

“Sesuai dengan keinginan bapak menteri, barangkali, bisa pula dijajaki untuk membuka lembaga pendidikan bersama, antara Muhammadiyah dan Tiongkok,” ujarHajriyanto.

Beberapa pandangan kemitraan ini sangat disambut baik oleh Menteri Urusan Agama China. Hanya saja, khusus mengenai pendirian lembaga pendidikan Wang Zuo menyampaikan perlu diskusi terpisah dengan kementerian pendidikan terkait, karena tidak di bawah manajemen kementeriannya.

Tetapi, untuk pertukaran pelajar atau mahasiswa dalam belajar ilmu agama dan umum, Wang Zuo akan menindaklanjutinya dalam waktu dekat.

“Kami akan tindaklanjuti dalam waktu dekat, dan kementerian siap memberikan support maupun fasilitas nantinya,” ungkapnya.

Pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini, diakhiri dengan saling bertukar cendramata antara Muhammadiyah dan Kementerian Urusan Agama China

Dalam kesempatan tersebut hadir bersama Ketua Umum Muhammadiyah di antaranya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti Suyatno, jajaran Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari, Yunahar Ilyas, Anwar Abbas, Agus Taufiq, Goodwil Zubir, Bahtiar Efendy, Syafig Mughni, Kasiyarno Rektor UAD, Deni Asyari Direktur Suara Muhammadiyah.

Rencananya rombongan Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan berada di China hingga tanggal 18 September 2018. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.