Jumat, 24 September 21

Muhaimin Ngotot Tolak Jokowi Larang Menteri Rangkap Jabatan di Partai

Muhaimin Ngotot Tolak Jokowi Larang Menteri Rangkap Jabatan di Partai

Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar tetap ngotot meminta kepada Presiden terpilih Jokow Widodo (Jokowi) untuk tidak mewajibkan seorang menteri harus melepaskan jabatan struktural di partainya. Menurutnya, kader partai, khususnya PKB, bisa tetap berkarier dengan baik di pemerintahan meskipun juga menjabat sebagai pengurus partai.

“Soal jabatan formal itu bisa tetap jadi jabatan, tapi tidak perlu aktif,” kilah Muhaimin dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (17/9/2014).

Bahkan, Muhaimin berpendapat menjadi menteri adalah suatu pekerjaan yang mulia untuk kepentingan masyarakat. Sementara jabatan di partai politik yang menyangku dunia politik adalah hobi. Dengan tidak terlalu aktif di parpol, Muhaimin meyakini seorang menteri asal parpol dapat bekerja secara maksimal untuk rakyat.

“Seluruh kader PKB yang diangkat oleh Pak Jokowi jadi menteri harus konsentrasi penuh menjadi menteri,” ucap ketua umum PKB yang merangkap Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi (Menakertrans) ini.

Menurut Muhaimin, Jokowi mewacanakan menteri  tidak rangkap jabatan di partai‎ hanya sebatas di media. Pihaknya tidak pernah membicarakan persoalan tersebut kepada pengurus partai. Ia pun berharap Jokowi mau mempertimbangkan lagi kebijakanya.

“Setahu saya, sampai hari ini belum pernah disampaikan ke saya tentang hal itu,” kilah Muhaimin pula.

Diketahui, Jokowi telah membentuk 34 kementerian. 16 kementerian dalam pemerintahannya untuk diisi figur menteri profesional dari partai politik. Sedangkan 18 kementerian lain akan diduduki figur menteri dari kalangan profesional murni. (Abn)

Related posts