Senin, 23 September 19

Mufidah Jusuf Kalla Kukuhkan Kekayaan Indonesia Berdaya Saing

Mufidah Jusuf Kalla Kukuhkan Kekayaan Indonesia Berdaya Saing
* Mufidah Jusuf Kalla. (Foto: Istimewa)

Usia lanjut bukan halangan  untuk jadi produktif, contoh nyatanya adalah Mufidah Jusuf Kalla. Perempuan kelahiran Sibolga yang mendampingi Wakil Presiden RI ini masih terus aktif sampai kini. Semangatnya memajukan Indonesia bahkan terus membara tak kalah dengan generasi yang lebih muda. Tak ada kata berdiam diri dalam kamusnya.

Menjadi perempuan karier pun bukan sesuatu yang asing bagi ibu lima anak ini. Sambil berkuliah dulu dia bekerja sebagai teller di bank. Ketekunannya mendorong perkembangan karier hingga menempati posisi Wakil Pimpinan Bank BNI 1946 di Makassar.  Setelah menikah dengan Jusuf Kalla, dia diminta untuk mengepalai Bagian Keuangan NV Hadji Kalla Trading Company.

Kemampuannya mengorganisasi banyak membantu ketika perempuan bersahaja ini harus mendampingi sang suami yang terpilih menjadi wakil presiden RI, baik pada 2004 ataupun pada 2014. Begitu pula ketika diserahi tanggung jawab menjadi ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), wadah berhimpunnya segenap pemangku kepentingan seni kerajinan di Indonesia. Badan ini didirikan dengan tujuan untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya bangsa, serta membina penemuan dan penggunaan teknologi baru. Dekranas yang berada di tingkat pusat terdiri dari Dekranasda Provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Tiap Dekranasda dipimpin oleh istri gubernur tiap provinsi.

Pada hari ulang tahun ke-39 yang jatuh pada bulan Maret silam, Dekranas makin menunjukkan eksistensi. Program membina dan mengembangkan industry kerajinan di tanah air pun semakin gencar dilakukan. Dekranas dan Dekranasda diharapkan dapat bermitra bersama instansi pusat, daerah, serta lembaga terkait lainnya, seperti Perbankan, perusahaan BUMN dan swasta melalui program CSR.

Tahun lalu Dekranas dipercaya untuk  menyelenggarakan evaluasi penjurian WCC (World Craft Council) Award of excellence for handicrafts. Melalui ajang internasional ini sekitar 31 dari 49 produk penerima penghargaan berasal dari Indonesia.

Anugerah tersebut diharapkan mampu mendorong perajin lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas mereka agar mampu bersaing di kancah internasional.

Dekranas juga menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM serta tim penggerak PKK untuk mendorong pengembangan UMKM. Mufidah mengungkapkan bahwa industri lokal tumbuh bervariasi dari skala mikro, kecil, sampai menengah di Tanah Air.

Berbagai kendala yang dihadapi, di antaranya dalam hal permodalan, pemasaran, dan teknik produksi. Sementara itu persaingan di pasar global semakin ketat, sehingga diperlukan upaya-upaya nyata untuk mendorong para perajin. Salah satunya

adalah meningkatkan kemampuan SDM untuk mengembangkan produk-produk kerajinan yang berdaya saing, sehingga laku di pasaran. Berbagai pelatihan pun diadakan, seperti pelatihan vokasional, perkoperasian, kewirausahaan nasional, pelaku UKM produk daerah, dan peningkatan standardisasi mutu, dan sertifikasi produk. Setiap pelatihan menghadirkan narasumber dan fasilitator dari kalangan praktisi dan pelaku usaha yang kompeten di bidangnya.

Tanggung jawab yang tidak kecil itu membawa Mufidah ke pelosok negeri, menggali dan mempromosikan hasil karya anak bangsa. Perempuan yang akrab disapa Ida ini pun giat mengampanyekan peningkatan kontribusi industri kerajinan dalam pembangunan nasional dan daerah. Menurutnya, Indonesia adalah negeri kaya, baik dari sumber daya alam. Terbukti dalam berbagai kesempatan bahwa karya anak bangsa dapat berkompetisi secara global. (Nur Asiah)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Women’s Obsession Edisi Agustus 2019 dengan tema “17 Perempuan Tangguh 2019”

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.